Bosan di rumah terus? Ayo coba jalan-jalan pakai Google Arts & Culture
Sabtu, 21 Maret 2020 15:35 WIB
Pengguna sedang mengakses aplikasi Google Arts & Culture lewat ponsel. (ANTARA/Natisha Andarningtyas)
Jakarta (ANTARA) - Sejak wabah virus corona COVID-19 merebak di Indonesia, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
Masyarakat juga diminta bekerja dari rumah untuk sementara waktu sampai wabah ini mereda. Sejak imbauan tersebut diberlakukan, banyak orang mulai mencari alternatif kegiatan yang membuat berdiam di rumah tidak lagi membosankan.
Akhir pekan, jika biasanya diisi dengan berkumpul di luar rumah, manfaatkan ponsel untuk mencari kegiatan hiburan, salah satunya berwisata tanpa harus keluar rumah lewat aplikasi Google Arts & Culture.
Aplikasi ini mengizinkan penggunanya berwisata secara virtual ke berbagai lokasi tersohor di dunia, termasuk diantaranya Taj Mahal di India dan Patung Liberty di Amerika Serikat.
Pilih salah satu tempat wisata yang diinginkan, misalnya Patung Liberty dan eksplorasi lokasi tersebut seolah sedang betulan berada di sana. Cara "berjalan-jalan" lewat Google Arts & Culture mirip ketika menggunakan Street View di aplikasi Google Maps, ikuti tanda panah dan ketuk layar satu kali untuk berjalan maju, mundur, atau ke kanan dan kiri.
Selain tempat wisata, pengguna juga bisa berkunjung ke museum-museum terkenal dunia lewat menu "Collections". Pilih salah satu tempat yang dikunjungi, misalnya Museum Van Gogh di Amsterdam, Belanda, untuk melihat koleksi dari sang maestro.
Museum Van Gogh di Google Arts & Culture menyediakan dua pameran online, salah satunya tentang buku-buku kesukaan Van Gogh, dilengkapi dengan lukisan-lukisannya yang berkaitan dengan hobinya itu, seperti lukisan berjudul "Piles of French Novel" dari tahun 1887.
Selesai berkunjung ke museum, lihat menu "Themes" berisi konten-konten tematik tentang suatu peristiwa atau sosok. Salah satu konten tematik menceritakan Nelson Mandela, berjudul "Nelson Mandela: 30 Years of Freedom".
Google Arts & Culture bekerja sama dengan Nelson Mandela Foundation menyusun sepak terjang Madiba semasa hidupnya. Sejarah Nelson Mandela dan Afrika Selatan dirangkum dalam uraian, foto hingga video.
Google Arts & Culture juga menyediakan fitur swafoto mirip dengan lukisan. Caranya, ambil swafoto dan Google akan mencocokkan hasil foto pengguna mirip dengan potret karya seniman dunia.
Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Google Play Store dan berukuran sekitar 17MB.
Pewarta: Natisha Andarningtyas
Masyarakat juga diminta bekerja dari rumah untuk sementara waktu sampai wabah ini mereda. Sejak imbauan tersebut diberlakukan, banyak orang mulai mencari alternatif kegiatan yang membuat berdiam di rumah tidak lagi membosankan.
Akhir pekan, jika biasanya diisi dengan berkumpul di luar rumah, manfaatkan ponsel untuk mencari kegiatan hiburan, salah satunya berwisata tanpa harus keluar rumah lewat aplikasi Google Arts & Culture.
Aplikasi ini mengizinkan penggunanya berwisata secara virtual ke berbagai lokasi tersohor di dunia, termasuk diantaranya Taj Mahal di India dan Patung Liberty di Amerika Serikat.
Pilih salah satu tempat wisata yang diinginkan, misalnya Patung Liberty dan eksplorasi lokasi tersebut seolah sedang betulan berada di sana. Cara "berjalan-jalan" lewat Google Arts & Culture mirip ketika menggunakan Street View di aplikasi Google Maps, ikuti tanda panah dan ketuk layar satu kali untuk berjalan maju, mundur, atau ke kanan dan kiri.
Selain tempat wisata, pengguna juga bisa berkunjung ke museum-museum terkenal dunia lewat menu "Collections". Pilih salah satu tempat yang dikunjungi, misalnya Museum Van Gogh di Amsterdam, Belanda, untuk melihat koleksi dari sang maestro.
Museum Van Gogh di Google Arts & Culture menyediakan dua pameran online, salah satunya tentang buku-buku kesukaan Van Gogh, dilengkapi dengan lukisan-lukisannya yang berkaitan dengan hobinya itu, seperti lukisan berjudul "Piles of French Novel" dari tahun 1887.
Selesai berkunjung ke museum, lihat menu "Themes" berisi konten-konten tematik tentang suatu peristiwa atau sosok. Salah satu konten tematik menceritakan Nelson Mandela, berjudul "Nelson Mandela: 30 Years of Freedom".
Google Arts & Culture bekerja sama dengan Nelson Mandela Foundation menyusun sepak terjang Madiba semasa hidupnya. Sejarah Nelson Mandela dan Afrika Selatan dirangkum dalam uraian, foto hingga video.
Google Arts & Culture juga menyediakan fitur swafoto mirip dengan lukisan. Caranya, ambil swafoto dan Google akan mencocokkan hasil foto pengguna mirip dengan potret karya seniman dunia.
Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Google Play Store dan berukuran sekitar 17MB.
Pewarta: Natisha Andarningtyas
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Peluncuran konsol baru Nintendo Switch 2 dapat sambutan antusias dari para penggemar gim
09 June 2025 14:46 WIB
Negara bagian AS, Texas akan larang anak di bawah 18 tahun gunakan media sosial
26 May 2025 12:08 WIB
Digimap resmi jual seri iPhone 16 di Indonesia, diwarnai antusias konsumen
12 April 2025 12:37 WIB, 2025
Dorong pemberdayaan, perempuan diminta manfaatkan medsos untuk pasarkan karya
09 April 2025 16:48 WIB, 2025
Samsung Galaxy A56 hadirkan baterai yang diklaim bisa tahan hingga dua hari
18 March 2025 15:45 WIB, 2025
Kiat penggunaan gawai audio peredam bising yang aman untuk kesehatan telinga
18 March 2025 13:44 WIB, 2025