Angka pernikahan dan kasus perceraian turun di Dumai
- 14 January 2026 14:27 WIB
Masyarakat Melayu menggelar unjuk rasa peduli Melayu Rempang di Kota Dumai, Riau, Senin (18/9/2023). Dalam unjuk rasa tersebut ribuan masyarakat Melayu, anggota paguyuban suku dan mahasiswa menuntut pemerintah membatalkan penggusuran masyarakat suku Melayu dari Pulau Rempang dan Galang, mendesak pembebasan tanpa syarat warga yang ditahan dan mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap warga yang menggelar unjuk rasa beberapa waktu lalu. ANTARA/Aswaddy Hamid
Seorang warga menggelar aksi teatrikal pada unjuk rasa peduli Melayu Rempang di Kota Dumai, Provinsi Riau, Senin (18/9/2023). Dalam unjuk rasa tersebut ribuan masyarakat Melayu, anggota paguyuban suku dan mahasiswa menuntut pemerintah membatalkan penggusuran masyarakat suku Melayu dari Pulau Rempang dan Galang, mendesak pembebasan tanpa syarat warga yang ditahan dan mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap warga yang menggelar unjuk rasa beberapa waktu lalu. (ANTARA/Aswaddy Hamid)
Anggota ormas Melayu menggelar unjuk rasa peduli Melayu Rempang di Kota Dumai, Riau, Senin (18/9/2023). Dalam unjuk rasa tersebut ribuan masyarakat Melayu, anggota paguyuban suku dan mahasiswa menuntut pemerintah membatalkan penggusuran masyarakat suku Melayu dari Pulau Rempang dan Galang, mendesak pembebasan tanpa syarat warga yang ditahan dan mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap warga yang menggelar unjuk rasa beberapa waktu lalu. (ANTARA/Aswaddy Hamid/23)
Seorang tokoh masyarakat Melayu menyerahkan salinan tuntutan kepada Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianto pada unjuk rasa peduli Melayu Rempang di Kota Dumai, Provinsi Riau, Senin (18/9/2023). Dalam unjuk rasa tersebut ribuan masyarakat Melayu, anggota paguyuban suku dan mahasiswa menuntut pemerintah membatalkan penggusuran masyarakat suku Melayu dari Pulau Rempang dan Galang, mendesak pembebasan tanpa syarat warga yang ditahan dan mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap warga yang menggelar unjuk rasa beberapa waktu lalu. (ANTARA/Aswaddy Hamid)