Angka pernikahan dan kasus perceraian turun di Dumai
- 14 January 2026 14:27 WIB
Seorang wanita korban sindikat perdagangan orang Sarina binti Abdul Manan (tengah) dikawal staf KJRI Johor Bahru dan anggota Polres Dumai serta petugas P4MI Dumai setibanya di Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, Rabu (13/9/2023). Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Malaysia mendampingi pemulangan seorang wanita korban perdagangan orang (TPPO) Sarina binti Abdul Manan dan lima orang anaknya ke Tanah Air lewat Kota Dumai dan diserahkan kepada BP3MI Riau untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Guntung Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Sebelum dipulangkan Sarina dan kelima anaknya mendapatkan layanan kesehatan dari Tim Dokes dan KKP Dumai serta penyuluhan dari petugas Kementerian Sosial di Pelabuhan Dumai.
Konjen RI Johor Bahru Sigit S. Widiyanto (tengah) didampingi Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan (kiri) dan kepala P4MI Dumai Humisar Saktipan Viktor S. (kanan) memperlihat Surat Pengganti Laksana Paspor(SPLP) milik korban sindikat perdagangan orang setibanya di Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, Rabu (13/9/2023). Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Malaysia mendampingi pemulangan seorang wanita korban perdagangan orang (TPPO) Sarina binti Abdul Manan dan lima orang anaknya ke Tanah Air lewat Kota Dumai dan diserahkan kepada BP3MI Riau untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Guntung Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Sebelum dipulangkan Sarina dan kelima anaknya mendapatkan layanan kesehatan dari Tim Dokes dan KKP Dumai serta penyuluhan dari petugas Kementerian Sosial di Pelabuhan Dumai.
Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianto (kanan) mendampingi anak dari seorang wanita korban sindikat perdagangan orang saat mendapatkan layanan trauma healing dari petugas kesehatan di Terminal Penumpang Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, Rabu (13/9/2023). Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Malaysia mendampingi pemulangan seorang wanita korban perdagangan orang (TPPO) Sarina binti Abdul Manan dan lima orang anaknya ke Tanah Air lewat Kota Dumai dan diserahkan kepada BP3MI Riau untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Guntung Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Sebelum dipulangkan Sarina dan kelima anaknya mendapatkan layanan kesehatan dari Tim Dokes dan KKP Dumai serta penyuluhan dari petugas Kementerian Sosial di Pelabuhan Dumai.