Logo Header Antaranews Riau

Batas Dumai-Rohil Picu Konflik

Jumat, 9 April 2010 20:44 WIB
Image Print

Dumai, 9/4 (ANTARA) - Sengketa tapal batas antara Kota Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir, Riau, memicu konflik warga yang tinggal di daerah perbatasan itu sehingga terjadi bentrok fisik. Informasi yang diperoleh ANTARA dari Timin (50), Ketua Rukun Tetangga (RT) yang berada di Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Jumat, kasus tapal batas telah menimbulkan konflik warga. Menurut dia, akibat batas wilayah yang tidak jelas ia juga telah menjadi korban akibat penculikan dan penganiayaan yang dialaminya beberapa hari lalu. "Kaki sebelah kiri saya ini tidak dapat digerakkan karena dianiaya beberapa orang warga. Akar masalahnya status lahan," ujar Timmin. Timin, yang ditemui saat mengadukan kasus tersebut ke Markas Polisi Resort Kota (Polreta) Dumai, mengatakan, pertikaian perihal lahan yang statusnya berada di daerah perbatasan Dumai-Rokan Hilir itu sudah berlangsung sejak empat tahun silam. Menurut dia, kala itu, dirinya bersama puluhan keluarga lainnya membuka lahan seluas 20 hektare yang berada di wilayah Kelurahan Batu Teritip, Dumai. Setelah sekitar enam tahun mereka menempati lahan tersebut dengan izin pemerintah Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, tepatnya di tahun 2006, permasalahan mulai bermunculan. Menurut dia, beberapa orang warga kabupaten tetangga acap mendatangi mereka dan menanyakan legalitas lahan yang telah mereka miliki. Ia mengatakan, ancaman dari warga kabupaten tetangga untuk mengusur mereka dari lahan itu berulang mereka terima. Alasannya karena dokumen atas tanah itu tidak sah. "Sejak itu, sampai sekarang mereka terus sering datang mengancam kami untuk segera meninggalkan tanah itu," kata Timin. Selain Timin, Junaidi (40), seorang warga Kelurahan Batu Teritip lainnya juga mengaku mengalami hal yang sama dengan Timin. "Saya juga sempat dikeroyok sama segerombolan orang yang datang tiba-tiba saat saya sedang berkebun," katanya. Akibat dari pengeryokan itu, Junaidi menderita patah tulang dibagian lengan kirinya yang hingga kini masih berbekas. "Kami minta agar Pemerintah Kota Dumai segera mendirikan tapal batas antara Kota Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir. Sebelum ada korban jiwa, karena akhir-akhir ini warga Rokan Hilir itu sudah main parang untuk mengancam kami," ungkapnya. Menanggapi konflik itu, Kapolresta Dumai, AKBP Hersadwi berjanji akan melakukan penyelidikan atas perkara tersebut. "Untuk sementara kami sudah menerima laporannya. Selanjutnya akan kami kembangkan," katanya.