
Delapan Titik Api Terdeteksi Di Sumatra

Pekanbaru, 10/12 (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Pekanbaru mendeteksi sedikitnya sebanyak tujuh titik api (hot spot) berada di Pulau Sumatra yang dikhawatirkan bisa menjadi pemicu kebakaran lahan. Dari delapan titik api yang terdeteksi menggunakan satelit NOAA tersebut, enam diantaranya berada di wilayah Provinsi Riau dan masing-masing satu titik api berada di Sumatra Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam. "Kemarin setidaknya ada enam titik api di Riau, satu di Sumut dan satu di Aceh," kata petugas analis Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Marzuki di Pekanbaru, Kamis. Keenam titik api di Riau, rinciannya masing-masing berada di Kota Dumai sebanyak dua titik, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar masing-masing satu titik. Sedang satu titik api di Sumut berada di daerah Kabupaten Mandaling Natal dan di Aceh berada di Kabupaten Aceh Selatan. Menurut dia, kemunculan titik api tersebut diduga telah terjadi kebakaran lahan atau terdapat lahan yang cukup kering sehingga menimbulkan hawa panas ke udara yang terpantau menjadi titik api oleh satelit. Walau sebagian wilayah di Sumatra Bagian Utara berada pada puncak musim hujan, namun hujan yang turun terjadi secara tidak merata, sehingga mudah titik api tersebut bermunculan dan rentan terbakar. Ia mengatakan, pihak Stasiun Meteorologi Pekanbaru mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan dalam melakukan pembakaran sampah atau lahan yang bisa memicu kebakaran besar terutama di lahan gambut. "Masyarakat jangan sembarangan membakar lahan walau sekarang musim hujan, karena begitu curah hujan minim maka lahan gambut yang kering akan mudah terbakar," jelasnya.

