
Puting Beliung Mulai Mengancam

Pekanbaru, 15/3 (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan cuaca buruk disertai potensi angin puting beliung mulai mengancam wilayah daratan Riau dan Kepulauan Riau (Kepri). "Pertengahan Maret 2010 ini, Riau dan Kepri memasuki musim pancaroba yang berpotensi menyebabkan terjadinya angin puting beliung," ujar Kepala BMKG Pekanbaru, Philip Mustamu, kepada ANTARA di Pekanbaru, Senin. Ia menjelaskan, cuaca ekstrem itu terjadi sebagai akibat terjadinya perubahan cuaca dari musim kemarau menjadi musim hujan yang diperkirakan pada pertengahan April 2010. Diantara waktu pergantian musim itu, maka akan terjadi angin yang berubah arah dari utara dan timur laut dari Laut China Selatan akibat gangguan tekanan udara karena meningkatnya suhu pada permukaan laut. Kondisi telah menyebabkan terjadinya pembentukan awan-awan konveksi dan awan Comulonimbus yang memilik sifat menyebabkan turunnya hujan deras yang disertai angin kencang dan petir. "Ketika hujan turun, angin mudah berubah arah. Akibat adanya gangguan cuaca menyebabkan kecepatan angin berada di atas normal atau dari 20-30 kilometer per jam menjadi 45 kilometer lebih per jam dan disertai puting beliung," ujarnya. Sebab itu, lanjutnya, warga di kedua provinsi tersebut terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir pantai terutama daerah kepulauan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kalau melihat pola angin yang terjadi kemudian suhu temperatur laut yang masih tinggi, maka daerah pesisir pantai rentan terhadap bahaya puting beliung itu," katanya lagi.

