
Kabut Asap Terus Melanda Dumai

Dumai, 17/2 (ANTARA) - Sejak awal Februari 2009, kabut asap terus melanda Kota Dumai, seiring dengan meningkatnya jumlah titik api (hot spot) di daerah pesisir pantai timur Riau itu.Data Stasiun Meteorologi dan Geofisika Pekanbaru, menyebutkan, dari 36 titik api yang terdeteksi di Riau, Rabu, sebanyak 13 titik diantaranya berada di wilayah Dumai atau mengalami peningkatan sebanyak 10 titik dari hari sebelumnya.Kondisi itu mengakibatkan kabut asap menyelimuti Dumai yang dikenal sebagai kota pelabuhan dan asap yang diduga berasal dari kebakaran lahan dan hutan itu selalu dirasakan warga pada malam hingga dinihari yang menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 100-200 meter.Kadis Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai melalui Kabid Kehutanan, Syaiful Egab, menyatakan, semua titik api yang terdapat di daerah itu berada di lahan industri milik perusahaan hutan."Dari pantauan satelit NOAA 19 milik Stasiun Meteorologi dan Geofisika Pekanbaru, semuanya titik api yang terdeteksi berada di lahan industri," ujarnya.Dengan demikian, menurutnya, terjadi pergeseran dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2010 dibanding tahun sebelumnya karena pada tahun 2009 cendrung mengarah kepada lahan pertanian perorangan.Meningkatnya jumlah titik apai itu juga dipengaruhi dengan perubahan musim kemarau di Riau yang terjadi sejak pekan lalu yang berakibat pada tingginya suhu udara berkisar antara 32-35 derajat celcius dan minimnya curah hujan, katanya lagi.

