Samsung Electronics Co. Dan Nasib Galaxy Note7

id samsung electronics, co dan, nasib galaxy note7

Samsung Electronics Co. Dan Nasib Galaxy Note7

Jakarta (Antarariau.com)- Samsung Electronics Co. dan pemerintah Korea Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Galaxy Note 7 terbakar setelah Samsung memberhentikan penjualan karena masalah baterai.

Samsung telah menyelidiki komponen ponsel terbaru andalannya setelah banyak laporan perangkat yang terbakar.

Samsung melakukan penarikan global bulan lalu karena masalah baterai, namun minggu lalu memutuskan untuk menghentikan penjualan setelah beberapa perangkat pengganti yang dibekali baterai yang berbeda juga memiliki masalah overheating.

Secara terpisah, Korea Testing Laboratory (KTL) milik pemerintah Korea Selatan pada Kamis (13/10) mulai penyelidikan mereka sendiri dengan lima ponsel yang disediakan oleh Samsung Electronics yang terbakar di Korea Selatan awal bulan ini.

KTL tidak hanya akan membatasi penyelidikan pada baterai, namun juga akan menggunakan teknologi pengujian terbaru, termasuk X-ray dan CT, untuk menemukan penyebab pasti masalah tersebut.

"Kami telah menyerahkan ponsel (yang terbakar) untuk KTL dan akan bekerja sama dengan penyelidikan mereka, tapi kami tidak bisa hanya duduk dan menunggu hasilnya," kata seorang pejabat Samsung Electronics, seperti dilansir dari Kantor Berita Korea Selatan Yonhap.

"Kami telah mengerahkan semua sumber daya yang mungkin untuk menemukan penyebab pasti masalah tersebut secepat mungkin," sambung dia.

Samsung juga mempertimbangkan pengujian perangkat rusak yang dikumpulkan oleh komisi perlindungan konsumen Amerika Serikat, Consumer Product Safety Commission (CPSC), yang telah mengeluarkan dua kali kebijakan penarikan untuk Note7.

Samsung memangkas proyeksi laba kuartal ketiga menjadi 5,2 triliun won (4,6 miliar dolar AS), turun dari 7,8 triliunwon, yang mencerminkan taksiran kerugian akibat pemberhentian penjualan Note7.

Pada Jumat (14/10), Samsung kembali mengeluarkan perkiraan kehilangan keuntungan sekitar 3 triliun won (sekitar 3,1 miliar dolar AS) dalam dua kuartal berikutnya.

Pengamat industri mengatakan bahwa menemukan penyebab pasti masalah Note7 sangat penting bagi Samsung untuk memenangkan kembali kepercayaan konsumen sebelum perusahaan tersebut meluncurkan perangkat baru andalannya, Galaxy S8, tahun depan, demikian Yonhap.