
RTMPE Memudahkan Kesulitan Masyarakat
Jumat, 2 September 2016 16:00 WIB

Bangkinang Kota, (Antarariau.com) - Seharusnya dengan adanya Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) kebutuhan akan peternakan, perkebunan dan perikanan, terutama pemakaian Gas Elpiji, dapat terpenuhi, karena dengan RTMPE seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi bahkan bisa untuk diperjual belikan kepada masyarakat lainnya.
"Dengan lahan 1000 hingga 1500 meter persegi dapat diolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk padat dan cair atau biourine, selain itu yang luar biasa adalah pengolahan kotoran padat menghasilkan biogas hingga mampu untuk sumber energi baik untuk penerangan maupun untuk kompor gas yang dapat membantu masyarakat akan kebutuhan gas pengganti yang selama ini menjadi ketergantungan masyarakat saat ini," terang Bupati Kampar Jefry Noer ketika memimpin rapat bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dijajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, diruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar.
Kebutuhan masyarakat mampu terpenuhi dengan pengelolaan RTMPE karena itu Pimpinan SKPD terkait musti cepat tanggap dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, hitung kebutuhan masyarakat, apabila SKPD terkait mampu maka Kabupaten Kampar dipastikan tidak akan tergantung dari daerah lain," ucap Jefry Noer.
Selain membahas RTMPE, Bupati Kampar juga mengkritik kinerja SKPD dalam dalam hal menjalankan program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, seperti pengadaan seragam sekolah murah saat ini, banyak kepala sekolah yang belum memahami apa tujuan program ini hingga terjadi saat ini orang tua murid membeli pakaian seragam sekolah diluar yang jelas mahal dan mutunya tidak bagus.
Kepala sekolah harus mengerti dan paham akan program Pemerintah, bagi yang tidak mendukung atau tidak memahami program Pemerintah diganti saja," ucap Bupati.
Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar telah memprogramkan Seragam sekolah termurah, diharapkan kepala sekolah mampu mengajak wali murid untuk membeli pakaian seragam sekolah di sekolah, karena selain murah dari pada beli diluar, mutunya juga bagus jauh melebihi mutu pakaian yang dijual diluar.
Saat ini banyak kepala sekolah yang tidak mendukung program Pemerintah, tandanya kepala sekolah telah memungut uang pakaian seragam kepada orang tua murid, tetapi tidak menyetorkan kepada Koperasi UPTD Sekolah, bagaimana baju yang dibuat oleh peserta pelatihan yang berasal dari masyarakat miskin bisa dibuat jika belum disetorkan kepada Koperasi," ujar Jefry Noer.
Jefry Noer juga menekankan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar DR. H. Nasrul, MPd untuk memberikan pelayanan terhadap kepsek dan menyampaikan agar kepsek paham dan mengerti tentang program ini, sosialisasikan program tersebut kepada pihak sekolah," ungkapnya.
Hadir dalam rapat sejumlah Kepala SKPD diantaranya Kadis Peternakan, Perikanan, Pertanian, Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh jajaran SKPD di Kabupaten Kampar. (Adv)
Pewarta : Bangkinang Kota, (Antarariau.com) - Seharusnya dengan adanya Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

