
Bupati Minta Perangi Narkoba Bersama-sama
Kamis, 5 Mei 2016 13:50 WIB

Siakhulu, (Antarariau.com) - Bupati Kampar, Jefry Noer meminta kepada seluruh pihak bersama-sama memerangi narkoba mulai dari pendidik sampai dengan menerapkan kurikulum 13 di sekolah-sekolah.
"Narkoba menghancurkan anak-anak didik kita, maka kalau yang sudah terkena narkoba tidak ada jalan keluarnya harus direhab di Panti Rehab yang dikelolah oleh Badan Narkotika Kampar (BNK)," kata bupati pada pembukaan Sosialisasi Kurikulum 13 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI) di Aula Arowana Kampung Wisata Tiga Dara.
Bupati mengatakan, hancurnya masa depan anak dan generasi bangsa ini akibat pengaruh buruk narkoba, maka bagaimana peran para guru dan pendidik memasukkan kurikulum lokal dalam kurikulum 13 untuk peningkatan akhlak dan moral dengan mengutamakan pendidikan agama sejak usia dini.
"Tidak ada gunanya lagi gurunya bergelar profesor, doktor dan tidak ada gunanya kurikulum bagus, kalau tidak disertai pendidikan akhlak dan moral yang baik, anak-anak terkena narkoba, judi dimana-mana, minuman keras merajalela," ujarnya.
Dia mengingatkan kepada para pendidik anak usia dini dan Bunda PAUD sekabupaten Kampar yang hadir dalam acara itu supaya menjadi tauladan bagi anak-anak didik, "Saya tau, menjadi guru PAUD itu lebih susah daripada guru SD, SMP atau SMA, namun jangan ajari anak kasar, tunjukan akhlak yang baik," pinta Jefry.
Disisi lain, bupati mengaku sangat miri, karena sampai saat ini masih ada sekolah atau guru yang meminta uang bangku, daftar ulang, untuk perpisahan dan buku bahkan ada guru yang mengusir anak didiknya karena tidak berseragam sekolah, "Saya tidak mau lagi mendengar itu," tegasnya.
Dia jelaskan, bagi orangtua murid yang tidak mampu, iuran yang diminta, misalnya untuk perpisahan Rp250 ribu itu sangat besar, apa salahnya diterapkan seperti zaman kita dulu, untuk perpisahan bawa nasi dari rumah dimakan bersama disekolah, atau membuat api unggun, supaya melakukan renungan bersama.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Hj Eva Yuliana, SE meminta Bunda-bunda PAUD dapat menyampaikan dan menyebarluaskan hasil dari sosialisasi kurikulum 13 yang ternyata dimulai dari jenjang pendidikan PAUD, bukan saja dari SMP dan SLTA saja.
"Pentingnya memberikan pendidikan berkarakter seperti yang ada dalam kurikulum 13 itu sejak usia dini, tidak lain untuk memperkokoh akhlak dan moral serta sebagai benteng pembentukan mental untuk melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas sehingga tumbuh generasi emas bangsa Indonesia," kata Eva.
(ADV)
Pewarta : Siakhulu, (Antarariau.com) - Bupati Kampar, Jefry Noer meminta kepada seluruh pihak bersama-sama mem
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

