
Kebakaran, Dumai dan Bengkalis Masing-Masing Bertitik Api 16 dan 14
Sabtu, 5 Maret 2016 19:35 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan berdasarkan pencitraan Satelit NOAA melalui sensor modis Terra dan Aqua, terdeteksi 53 titik panas terdeteksi di Provinsi Riau, Sabtu sore.
"Titik panas terpantau di tujuh kabupaten dan kota se Riau. Bengkalis dan Dumai merupakan wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak masing-masing 19 dan 18 titik," kata Kepal BMKG Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru.
Ia mengatakan jumlah titik panas yang terpantau satelit pada sore tadi pukul 16.00 WI jauh melonjak dibandingkan pada pagi harinya. Ia melanjutkan, selain Bengkalis dan Dumai, sejumlah wilayah lain yang terpantau adanya titik panas adalah Siak lima titik dan Meranti tujuh titik.
Selanjutnya Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik panas. Sementara itu, dari 53 titik panas yang terpantau, Sugarin mengatakan 37 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau mengindikasikan adanya kebakaran lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.
"Titik api terbanyak masih terpantau di Dumai dengan 16 titik dan Bengkalis 14 titik. Selanjutnya Meranti empat titik api, diikuti Siak dua titik dan Indragiri Hilir satu titik," ujarnya.
Meski begitu, Sugarin mengatakan bahwa kondisi jarak pandang di wilayah itu masih normal dengan jarak antara lima hingga delapan kilometer.
Hingga saat ini, dua kabupaten telah menetapkan status siaga kebakaran lahan dan hutan yakni Bengkalis dan Meranti. Kota Dumai dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menetapkan status serupa.
Pewarta : Anggi Romadhoni
Editor:
Anggi Romadhoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

