
Pertamina: 38 SPBU Pertalite Hadir Di Riau
Rabu, 30 Desember 2015 17:23 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Pertamina (Persero) Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau mengaku, sebanyak 38 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bahan bakar minyak terbaru jenis pertalite telah hadir di Provinsi Riau sepanjang tahun 2015.
"SPBU pertalite saat ini berjumlah 38 unit, dari total 147 unit SPBU di Riau," papar Senior Sales Executive Retail X Pertamina Wilayah Pemasaran Riau, Rifky Nasution di Pekanbaru, Rabu.
Dia paparkan, sejak pihaknya meluncurkan produk bahan bakar minyak terbaru dengan Research Octane Number (RON) 90 tersebut pada tiga provinsi di Pulau Jawa pada Jumat (24/7) mendapat sambutan cukup positif dari masyarkat Indonesia.
Termasuk ketika diperkenal untuk wilayah Pekanbaru pada tanggal 11 Oktober 2015 dan provinsi tersebut, masyarakat di Riau cukup antusias dalam membeli bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor meski tidak lagi disubsidi oleh pemerintah.
"Kini BBM varian baru itu bisa diperoleh di sembilan kabupaten/kota di Riau seperti Pekanbaru, Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Dumai dan Bengkalis," ucap dia.
Tahun depan, Rifky tambahkan, distribusi pertalite akan diperluas di tiga kabupaten seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti.
Saat ini penyaluran jenis pertalite sekitar 1.590 kilo liter pebulan atau 53 kiloliter per hari dari 38 unit SPBU di Riau yang sudah menjual BBM varian baru tersebut.
"Harga pertalite pasti di atas harga premium, tapi di bawah dari harga pertamax plus," ucapnya.
Irma Hafida Rachman, salah seorang pemiliki SPBU di wilayah Pekanbaru mengaku, penjualan BBM varian baru tersebut meningkat sekitar 5 persen per hari baik pengendara roda dua atau empat.
"Bahkan, sejumlah pengusaha telah sediadakan fasilitas untuk dukung pendistribusian pertalite. Hampir semua SPBU di Riau ini ingin jual pertalite. Kita terus melakukan edukasi kepada warga tentang keunggulan-keunggulan pertalite," ucap dia.
Pewarta : Muhammad Said
Editor:
Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026

