
Pemudik Nikmati Wisata Berkuda Di Lintas Payakumbuh-Riau
Selasa, 21 Juli 2015 15:52 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Wisata hiburan menunggang kuda di Ngalau Sampik, Kelurahan Balai Panjang, Nagari Koto Nan 4, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumbar diminati pemudik yang melintasi jalur lalulintas Payakumbuh- Riau atau sebaliknya dalam mengisi Idul Fitri 1436 Hijriah.
"Pada Idul Fitri 1436 Hijriah ini, omset yang kami peroleh mencapai rata-rata Rp6 juta per hari, lumayan, pemudik memadati wisata hiburan menunggang kuda cukup tinggi dibandingkan hari biasa," kata Dion (28) pemilik usaha hiburan sewa menunggang kuda Faliria Stable, di Jalan Raya Soekarno Hatta-Buktinggi-lintas Riau, dalam keterangannya, Rabu.
Menurut Dion, sejak hari pertama hingga hari ketiga Idul Fitri, karcis masuk untuk menunggang kuda yang terjual cukup banyak, bahkan pengunjung terpaksa antri menunggu giliran berikutnya.
Ia menyebutkan, untuk melayani penunggang, kami menyediakan hanya lima ekor kuda, dengan harga jual karcis Rp10 ribu per pelajar dan dewasa.
"Sedangkan untuk balita, digratiskan karena harus didampingi oleh orang tua demi keselamatan anak. Kita juga memberikan satu karcis gratis sewa jika pengunjung telah membeli sebanyak lima karcis masuk," katanya.
Dion sambil sekali-kali memanggil pengunjung yang telah membeli karcis masuk melalui alat pengeras suara itu, menyebutkan, harga karcis dijual Rp10 ribu/anak lebih tinggi dari pada Rp5.000 per anak pada hari biasa itu, hanya lebih memanfaatkan momen Idul Fitri.
Harga karcis sebesar Rp10 ribu per anak, kini diterapkan hanya pada momen Idul Fitri, pada hari biasa turun bahkan tidak digratiskan pada pengunjung yang menyempatkan diri membeli berbagai oleh-oleh khas Minang di toko "Anindy" dikelola isterinya yang berada disamping kiri taman hiburan sewa menungga kuda itu.
"Pada hari biasa omset yang diperoleh hanya mencapai Rp300 ribu-Rp100 ribu saja," katanya dan menambahkan usaha tersebut dirintis sejak tahun 2013 dan hanya meraih omset sebesar Rp175 ribu itu, lebih hanya mencari biaya untuk menambah pemasukan anggaran untuk membayar gaji buruh yang merawat kuda, membeli makanan dan obat serta vitamin untuk kuda.
Selanjutnya, katanya lagi, ketersediaan kuda yang banyak (berasal dari usaha keluarga secara turun temurun yang dimulai oleh kakek Dion, M. Yazid (almarhum), disamping lahan yang cukup luas, maka usaha hiburan ini terus dikembangkan dimulai dengan penataan arena melingkar untuk kuda tunggangan berjalan serta beberapa buah tempat duduk permanen bagi pengunjung.
Karena tingginya minat pengunjung, maka usaha hiburan yang dibantu lima pemandu digaji Rp1 juta per orang akan ditambah dengan sejumlah fasilitas, taman di sekitar arena menunggang kuda. Rencana lainnya satu unit cabang usaha hiburan ini bakal dibuka juga di objek wisata Ngalau Indah Kota Padang Panjang, Provinsi Sumbar.
Pemudik asal Batusangkar bekerja di Kota Pekanbaru, yang baru saja menikmati perjalanan di Jam Gadang Bukitinggi, Yosi (45), memilih berhenti di taman hiburan berkuda ini saat dirinya bersama keluarga melintasi jalur lintas Payakumbuh-Pekanbaru, Riau. Selain melepaskan penat sekaligus memenuhi permintaan anaknya Humaira (11) untuk mencoba menunggang kuda.
"Bagi anak menunggang kuda menjadi sarana yang baik untuk mengasah kepedulian dan kecintaan anak pada binatang, disamping sebagai arena uji nyali sebab jarang-jarang ada jasa sewa menunggang kuda ini," katanya dan menambahkan, ada arena berkuda di Kota Sawahlunto, dan sejumlah tempat lainnya di Sumbar tapi bukan sebagai sarana hiburan untuk anak-anak melainkan arena pacuan kuda yang diperlombakan.
"Yang penting, selain menambah areal parkir kendaraan, pemilik usaha taman hiburan ini sebaiknya membangun taman yang hijau, indah, ditanami bunga-bunga serta pohon-pohon pelindung yang mengitari arena berkuda yang melingkar itu agar anak tidak tersentuh terik matahari secara langsung," katanya.
Pantauan Antara Riau, di lokasi taman hiburan itu, banyak kendaraan roda dua wisatawan lokal, dan roda empat khususnya dengan nomor polisi B, BM, BA, BK, BH, BB, BD, dan D memadati areal parkir di depan taman hiburan sewa menunggang kuda itu.
Untuk mencapai kawasan ini, bisa dilewati oleh kendaraan pribadi karena berada di pinggir jalan sedangkan bagi masyarakat daerah itu, bisa menggunakan angkot dengan ongkos Rp4.000 per orang dari pusat Kota Payakumbuh.
Pewarta : Frislidia
Editor:
Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2026

