
Program Penyelamatan Kelapa Indragiri Hilir Jadi Prioritas
Rabu, 3 Juni 2015 20:05 WIB

Tembilahan, (Antarariau.com) - Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, menyampaikan bahwa program penyelamatan kebun kelapa tetap dilanjutkan oleh pemerintah daerah, tidak terpengaruh oleh pengurangan dana bagi hasil yag tahun ini berkurang Rp280 miliar.
"Program-program yang berhubungan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat tidak dilakukan penundaan," kata Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam di Tembilahan, Rabu.
Dani mengatakan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat khususnya di Inhil diantaranya adalah infrastruktur dan perkebunan kelapa rakyat.
"Program penyelamatan kebun rakyat tidak ditunda dan akan dilanjutkan pada pembahasan APBD murni tahun ini," ucapnya.
Menurut dia selain penyelamatan kebun kelapa perbaikan infrastuktur berupa jalan yang ada di Kabupaten Inhil juga tidak kalah penting untuk segera di selesaikan.
"Sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan dan tidak sedikit jalan-jalan tersebut yang dapat memicu kecelakaan bagi penggunanya," sebutnya.
Kemudian dia menjelaskan untuk program-program yang terpaksa ditunda akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) itu diantaranya adalah kegiatan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan.
"Hal ini karena program penyelamatan kebun kelapa sudah tidak dapat diganggu lagi tidak ada penundaan, oleh karena itu kami berharap untuk dinas terkait agar dengan segera mungkin melakukan kegiatan penyelamatan kelapa rakyat ini," tegasnya.
"Segera laksanakan program-programnya karena APBD telah disahkan pada November 2014 lalu, kami tidak ingin lagi mendengar alasan program terkendala yang disebabkan oleh kondisi alam seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Sekitar 100.000 dari 431.000 hektar kebun kelapa yang berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau tidak produktif karena tua dan terkena intrusi air laut.
"Ketinggian intrusi air laut setiap tahunnya meningkat dan sebagian besar pohon-pohon kelapa itu sudah berusia sekitar 50 hingga 70-an tahun, bahkan ada yang mencapai ratusan tahun," kata Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan di Tembilahan, Kamis (14/5).
Oleh sebab itu, Wardan menjelaskan bahwa pihaknya melalui dinas terkait akan melakukan revitalisasi atau peremajaan terhadap pohon-pohon kelapa yang sudah tidak produktif secara bertahap.
"Kita akan merevitalisasi pohon-pohon kelapa itu agar ke depan dapat berbuah secara produktif lagi," ujarnya. (Adv)
Pewarta : Tembilahan, (Antarariau.com) - Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, menyampa
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

