Logo Header Antaranews Riau

Bupati Kampar Minta Camat Bentuk Tim Zero

Senin, 16 Maret 2015 20:57 WIB
Image Print

Bangkinang, (Antarariau.com) - Dalam percepatan perwujudan program tri zero pemerintah Kabupaten Kampar berbagai cara dan trategi terus dilaksanakan dan saat ini seluruh para Camat diharapkan agar mementuk tim zero di kecamatannya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer,SH saat memimpin rapat Evaluasi percepatan Tri Zero dengan para camat dan dinas terkait diruang rapat kantor bupati lantai III Bangkinang Senin pagi (16/3).

Jefry menjelaskan jangan hendaknya selalu “panas tadah dari pada gelas”, dengan arti jangan Bupati saja terus yang berusaha untuk menjalankan program tersebut tetapi para Camat yang merupakan perpanjangtangan Bupati dian dan tidak serius.

Oleh karena itu, kepada camat mesti membentuk tim zero yang anggotanya bisa diambil dari para kepala desa yang mendukung program ini, dengan tujuan agar data kemiskinan yang diberikan kades akurat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang kurang mampu yang mau benar-benar berobah ekonomi keluarganya.

Sebab, Program yang baik apabila tidak dijlankan degan tim yang baik, maka hasilnya tidak akan baik, oleh sebab itu para camat dan kepala dinas terkait terutama dalam program tri zero mesti menjalankan tugas degan baik dan memberikan data yang akurat.

Lebih lanjut, Camat mesti tau dari kades, kemudiankades mesti tau dari RT/RW berapa masyarakatnya yang mau ikut pelatihan P4S dan mana masyarakat yang harus diberikan bantuan, dengan catatan para camat tesebut wajib memantau terus kemajuan masyarakatnya.

Data tersebut terutama kepada alumni P4S atas apa usaha yang telah dibuat mereka dan sejauh mana bantuan dana bergulir tersebut disalurkan. Apakah usaha yang dilakukan sudah sukses, apakah dana bergulir tersebut dia belum cair atau mungkin dana tersebut digunakan untuk keperluan lain,“ terang Jefry.

Selanjutnya kata Jefry, bagi msyarakat yang kurang mampu dan tidak mau ikut pelatihan jangan dipaksa, akan tetapi apabila natinya dia masih miskin dia tidak bisa protes sama pemda Kampar, karena kita sudah berikan program langsung menyentuh kepada masyarakat, disamping itu program ini merupakan program yang tidak ada di daerah manapun di Indonesia.

Selanjutnya disisi lain masyarakat yang tergolong miskin absolut pada tahun ini sebanyak 1.500 orang dari enam orang/desa sudah kita berikan setiap bulannya bantuan langsung sebesar Rp 300.000/orang. Dimana yang termasuk miskin absolut tersebut diantaranya para janda-janda tua, Jompo dan orang-orang cacat. (Adv)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026