Logo Header Antaranews Riau

Jefry: Kedaulatan Pangan Kampar Mendahului Program Pusat

Rabu, 25 Februari 2015 16:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Program kedaulatan pangan yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau jauh sebelum adanya program yang sama oleh pemerintah pusat di era Presiden Joko Widodo, demikian Bupati Kampar Jefry Noer.

"Saya pernah sampaikan ke Pak Jokowi sewaktu program kedaulatan pangan hendak diluncurkan di Jakarta, bahwa di Kampar program ini telah lebih dulu dijalankan," kata Jefry kepada pers di Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Rabu (25/2).

Ketika itu, lanjut dia, Presiden Jokowi yang baru saja dilantik mengungkapkan kebanggaannya terhadap Kampar sambil tersenyum dengan khas.

"Iya...ya pak terima kasih," kata Jokowi waktu itu yang ditirukan Jefry Noer sembari menyatakan jika presiden mengharapkan Kampar untuk terus menjalankan program kedaulatan pangan demi swasembada.

Sebelumnya Presiden Jokowi merangkul semua pihak seperti pemerintah daerah hingga TNI/Polri dan masyarakat untuk turut menyukseskan Program Kedaulatan Pangan. Dia menargetkan swasembada pangan agar dapat tercapai tiga tahun kedepan.

Semua pihak kemudian menyambut baik program tersebut serta mengharapkan Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla untuk mewujudkan komitmen tersebut.

Sementara itu, jauh sebelum program Pemerintah Pusat itu diluncurkan, Pemkab Kampar telah lebih dulu menjalankan Program Lima Pilar Pembangunan yang kini dikerucutkan menjadi "3 Zero", zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkab Kampar juga membuka berbagai kegiatan dimana percontohannya dibangun secara terpusat di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

Berbagai kegiatan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat diterapkan di kawasan ini. Masyarakat dilatih untuk terampil dalam menjahit, serta beternak, bertani hingga dalam pembibitan ikan dan pengelolaan limbah.

"Soal upaya kedaulatan pangan, Kampar telah memiliki program yang sejalan. Bahkan kami menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu dekat," katanya.

Saat ini Pemkab Kampar juga menjalankan program yang dinamakan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi. Sebagai percontohan, Jefry membangun lahan seluas seribu meter persegi dan 1.500 meter persegi di kawasan P4S.

Di dua lahan tersebut, Jefry membangun integrasi kehidupan yakni masyarakat diajarkan untuk menjadi mandiri dengan menanam sayuran seperti cabai dan jamur, peternak ikan lele, sapi dan mengola kotorannya menjadi biourine dan biogas lebih berharga dibanding susu bahkan minyak.

"Jika semua masyarakat di tiap desa di Kampar menjalankan program ini, maka kemandirian pangan dan energi akan terwujud secara merata. Dengan lahan selus itu, setiap keluarga akan berpenghasilan minimal Rp6 juta per bulan," katanya. (adv)



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026