Logo Header Antaranews Riau

Gubernur: Program Mandiri Pangan Kampar Patut Dicontoh

Senin, 16 Februari 2015 20:41 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menilai program mandiri pangan dan energi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar patut dicontoh oleh daerah kabupaten/kota lain sebagai upaya memberantas kemiskinan.

"Kalau itu berhasil dengan baik, saya rasa tidak ada salahnya untuk menjadi percontohan agar daerah lain turut melaksanakan program yang sama," kata Plt Gubernur Arsyadjuliandi kepada pers di Pekanbaru, Senin.

Arsyadjuliandi mengatakan itu usai menghadiri acara Peluncuran Rencana Aksi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Tahun 2015 di Pekanbaru.

Acara ini dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta dihadiri Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Andi E Sakya, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif serta sejumlah bupati dan wali kota termasuk Bupati Kampar Jefry Noer.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan Pemkab Kampar merupakan terobosan baru untuk menekan angka kemiskinan serta membangkitkan gairah masyarakat agar berpacu dalam meningkatkan status sosial melalui berbagai sektor termasuk pertanian.

"Saya saya itu baik dan pantas dicontoh daerah lain baik di Riau maupun di luar Provinsi Riau," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kampar menyatakan keseriusan untuk mengembangkan kawasan Desa Mandiri Pangan dan Energi dimulai dengan membangun pusat percontohan mandiri pangan dan energi di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

Keseriusan Bupati Kampar Jefry Noer untuk mewujudkan kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Kampar menjadi kawasan mandiri pangan dan energi tidak perlu diragukan lagi. Bupati bahkan turun langsung untuk memimpin persiapan pembangunan perkampungan percontohan mandiri pangan dan energi di Lokasi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, Siak Hhulu, Kabupaten Kampar.

Sebelumnya dijelaskan, bahwa untuk membangun kawasan mandiri pangan dan energi dapat dilakukan di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

Di lahan tersebut dapat dipelihara empat ekor sapi bila sapinya merupakan sapi Brahman, namun bila yang dipelihara sapi Bali maka jumlahnya bisa enam ekor. Kemudian, dibangun pula lokasi untuk pemeliharaan ayam petelor dengan hasil lebih kurang 50 butir telor per hari.

Dari sapi yang dipelihara tersebut akan menghasilkan lebih kurang 40 liter urine yang mana harganya bisa mencapai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per liternya, yang dapat digunakan untuk pupuk perkebunan berkualitas tinggi, untuk kotoran padat juga demikian.

Bupati Kabupaten Bengkalis Herliyan Saleh mengatakan pihaknya juga terkesan dengan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat oleh Pemkab Kampar.

"Kapan-kapan kami akan berkunjung ke desa percontohan itu. Jika di Kampar berhasil di Bengkalis juga bisa," katanya.(Adv)



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026