Logo Header Antaranews Riau

Indragiri Hulu Waspadai DBD

Selasa, 23 Desember 2014 14:01 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Riau tengah, mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang telah menyebabkan delapan orang warga di berbagai wilayah kecamatan daerah itu meninggal dunia sepanjang 2014.

"Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kasus DBD di tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Indragiri Hulu, Suhardi di Pekanbaru, Selasa.

Sepanjang Januari hingga Desember 2014, kata dia, tercatat sebanyak 415 kasus DBD.

"Upaya pencegahan telah dilakukan dengan pengasapan (fogging). Karena keterbatasan biaya, kemudian kami mengimbau perusahaan untuk turut membantu menekan kasus DBD di daerah ini," katanya.

Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto sebelumnya juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada para camat untuk memfasilitasi kegiatan antisipasi DBD setelah berbagai daerah sempat dilanda banjir.

Perusahaan swasta yang telah membantu upaya tersebut adalah PT Tunggal Perkasa Plantation (TPP) yang melakukan penyemprotan (fogging) di 22 desa pada Kabupaten Indragiri Hulu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue yang didatangkan dari nyamuk.

Ada sebanyak 22 desa yang menurut rencananya akan segera di fogging oleh perusahaan grup Astra tersebut.

"Fogging telah dimulai Senin (22/12) di Desa Candirejo, Kecamatan Pasir Penyu," kata Humas PT TPP, Sukmayanto.

Selain itu, pengasapan antisipasi DBD juga akan dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Lirik, Pasir Penyu dan Sei Lala.

"Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk respon perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat setempat melalui program Coorporation Social Responsibity (CSR) dan TPP siap untuk selalu komit terhadap hal tersebut," katanya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026