
Indragiri Hulu perkuat pengelolaan lanskap berkelanjutan melalui penapisan nilai konservasi dan stok karbon tinggi

"Pemerintah Indragiri Hulu berkomitmen mendukung secara optimal, program - program yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat"
Rengat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, berkolaborasi dengan earthworm foundation dalam menyelenggarakan kegiatan Kick Off Penapisan Nilai
Konservasi Tinggi (KOP - NKT)-Stok Karbon Tinggi (SKT).
Inisiatif kolaborasi itu menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan lanskap yang berkelanjutan di Indragiri Hulu.
Agar optimal, diawali dengan prosesi Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) Pemerintah Indragiri Hulu - Yayasan Hutan Tropis serta Kick Off High Conservation ( HCV) - High Carbon Stock HCS). Screening yang berlangsung di Hotel Rafana Pematang Reba, Rabu pagi.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan analisis terkait hal tersebut oleh narasumber di hadapan perseta serta terbuka ruang tanya jawab.
Ketua Program Lapangan Earthworm Foundation Indonesia, Dean Affandi mengatakan, untuk merealisasikan program membutuhkan strategi pengelolaan yang sistemis, berbasis data spasial, akurat dan didukung oleh kesepahaman seluruh pihak.
"Di sinilah letak urgensi dan relevansi dari inisiatif yang kita awali mulai hari ini," katanya.
Keberhasilan program, sangat bergantung pada keterbukaan, masukan, data lokal dan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat untuk mensukseskannya.
Sedangkan ekspansi perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan berbagai aktivitas pemanfaatan lahan lainnya telah berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan penghidupan masyarakat.
Namun, perubahan penggunaan lahan juga dapat memberikan tekanan terhadap hutan alam, serta kondisi sosial dan ekologi di tingkat lokal.
"Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya mempertimbangkan keberadaan kawasan yang memiliki nilai ekologis, sosial, budaya dan karbon penting dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan lahan," jelasnya.
Ia melanjutkan, bahwa proses penapisan, memberikan gambaran awal mengenai area yang berpotensi memiliki nilai konservasi dan stok karbon penting.
Sekaligus membangun dasar informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan, terutama terkait pengelolaan, perlindungan dan pembangunan di wilayah tersebut.
Ada 87 perwakilan dari pemerintah daerah, perusahaan, organisasi masyarakat sipil, koperasi petani kecil, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick Off Penapisan NKT-SKT.
Kegiatan itu menjadi ruang untuk membangun pemahaman bersama mengenai pendekatan penapisan sekaligus mengidentifikasi data, informasi dan bentuk kolaborasi yang dibutuhkan untuk mendukung implementasinya.
Pada kesempatan itu, Kepala DLHKP Indragiri Hulu, Elpahri Adha menyampaikan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap proses pembangunan memiliki pijakan yang kuat.
Tentunya, tidak hanya dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga dari sisi keberlanjutan dengan mengedepankan program ramah lingkungan.
“Kita tidak ingin pembangunan berjalan dengan mengabaikan nilai-nilai lingkungan yang ada," sebutnya.
Bahkan, perlu memastikan pembangunan dapat berjalan dengan tetap menjaga kekayaan alam, mempertahankan fungsi ekosistem serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sedangkan, Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum Indragiri Hulu, Suyono menyebutkan, pentingnya pendekatan berbasis sains dalam mendukung pengelolaan lanskap.
“Melalui momentum Kick Off Penapisan NKT-SKT ini, kita mengambil langkah penting dalam memetakan dan mengidentifikasi kawasan-kawasan yang memiliki nilai ekologis," ujarnya.
Juga memiliki keanekaragaman hayati tinggi, serta stok karbon yang signifikan di wilayah Indragiri Hulu dan pendekatan NKT-SKT dapat menjadi salah satu landasan berbasis sains yang penting.
Terutama dalam merumuskan perencanaan tata ruang dan pembangunan, perlindungan lingkungan, serta peningkatan daya saing ekonomi.
Data, pengetahuan dan tanggungjawab terkait kondisi lanskap tersebar di antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, organisasi masyarakat sipil dan akademisi.
Dengan menggabungkan berbagai perspektif tersebut menjadi penting untuk membangun pemahaman yang lebih menyeluruh, terutama mengenai lanskap dan mendukung proses penapisan penapisan NKT-SKT.
Manajer Pendukung Lapangan Earthworm Foundation Indonesia, Yadi Kuswandana menjelaskan, penapisan NKT-SKT dapat membantu mengidentifikasi prioritas perlindungan, pengelolaan dan pemantauan.
Sekaligus mendukung perencanaan pembangunan dan pemanfaatan lahan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.
“Hasil proses itu diharapkan dapat menjadi salah satu dasar ilmiah dalam mendukung penyusunan regulasi terkait," tambahnya.
Serta membantu menentukan prioritas untuk proses verifikasi dan kajian lebih lanjut. Namun, hasil penapisan bukan merupakan penetapan akhir atas kawasan NKT-SKT.
Melainkan menjadi pijakan bagi para pihak untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat dan sesuai.
Hasil penapisan diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mendorong pengelolaan sumber daya alam, secara baik dan bertanggung jawab di Indragiri Hulu.
Termasuk perlindungan hutan dan gambut, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Serta pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bertanggung jawab dan sejalan dengan prinsip tanpa Deforestasi, tanpa Gambut, tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat and No Exploitation/NDPE).
Dengan membangun basis data dan informasi yang lebih kuat serta dapat digunakan bersama, inisiatif itu diharapkan dapat memperkuat kolaborasi para pihak dalam mengelola dan mengembangkan lanskap Indragiri Hulu yang lebih berkelanjutan.
Langkah itu merupakan bagian dari aksi kolektif yang lebih luas, yaitu program lanskap Riau yang dikelola oleh Earthworm Foundation, yang didukung secara finansial oleh APRIL, Barry, Callebaut, Clariant, Colgate, Givaudan, Kenvue, LVMH, Nestlé, PZ Cussons, Reckitt, Target, Walmart Foundation.
Semua program dapat diperkuat melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lokal lainnya.
Earthworm Foundation adalah organisasi nirlaba berorientasi pada dampak yang bekerja dengan dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, pemerintah dan mitra lainnya
Tujuannya, untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial pada wilayah bentang alam pengadaan dan rantai pasok.
Dengan keahlian dalam rantai suplai, isu sosial dan lingkungan, earthworm beroperasi di beberapa wilayah untuk memperbaiki kondisi pekerja. Selain itu untuk melindungi hutan dan memperbaiki ekosistem yang terdampak oleh kelapa sawit, karet, kakao dan komoditas lainnya.
Di Indonesia, earthworm beroperasi melalui organisasi afiliasi, Yayasan Hutan Tropis. Informasi lebih lanjut mengenai Earthworm Foundation dapat diakses di earthworm.org dan kontak Media Novaeny Wulandari, Senior Officer Komunikasi Regional.
Pewarta : Asripilyadi
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

