
Masyarakat Resah Balapan Liar Mengusik

Rengat, (Antarariau.com) - Masyarakat Pematang Reba Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau mulai terusik akibat balapan liar yang dilakukan sejumlah remaja di area kelurahan khususnya di jalan Batu Canai dan lintas Timur.
"Kami merasa khawatir dampak dari balapan liar itu terjadinya kecelakaan dan bahkan mengganggu pengguna jalan," kata salah satu warga Pematang Reba Yoni (45) di Rengat, Jumat.
Ia mengatakan, hampir setiap sore menjelang magrib, Jalan Batu Canai, Pematang Reba tepatnya di depan stadion mini Batu Canai menjadi lokasi balapan liar bagi para remaja daerah itu, meskipun upaya pencegahan terus dilakukan warga sekitar, namun tidak membuat mereka jera.
Balapan liar itu seperti terjadi pembiaran oleh pihak Kepolisian setempat, jika keadaannya tidak ditertipkan maka semakin hari semakin mengusik warga bahkan beresiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kami berharap ada pengaturan khusus, atau lokasi Stadiun dijadikan tempat ajang balapan saja malam hari dan jalan itu diberikan rambu khusus balapan," sebutnya.
Selain itu, salah seorang warga Arifin (58) juga menyebutkan, aksi balap liar puluhan remaja tersebut membuat resah warga dan pengendara yang melintas di jalan itu setiap malamnya.
"Kami sangat resah akibat ulah mereka, suara knalpot sepeda motor mereka sangat kencang dan membisingkan," ujarnya.
Lain halnya yang diungkapkan, Reki (33) juga warga Pematang Reba, dirinya bahkan ditantang puluhan remaja itu saat dirinya mencoba membubarkan aksi balap liar itu, sementara tujuannya sangat baik mencegah dampak buruk balapan liar itu.
"Saya pernah mencoba membubarkan aksi balap liar itu, tepatnya saat itu malam minggu yang lalu, bukannya mereka bubar, tapi malah melawan dan mengepung saya dengan sepeda motor yang mereka kendarai," tegasnya.
Menurutnya, sebaiknya instansi terkait, lebih mengarahkan tempat yang strategsi untuk kegiatan hobi remaja itu atau dibuatkan khusus lokasi tidak membuat warga lain terganggu, atau mereka dikoordinir dengan baik supaya kegemaran mereka tersalurkan secara sportif.
Pewarta : Asripilyadi
Editor:
Asripilyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

