Logo Header Antaranews Riau

Waspada! Konsumsi Suplemen Berlebihan Bisa Ganggu Kesehatan Ginjal

Kamis, 28 Mei 2026 12:30 WIB
Image Print
Ilustrasi - Aneka suplemen. (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Ginjal bekerja sepanjang waktu untuk menjalankan fungsi-fungsi penting seperti menyaring darah, membuang limbah, menyeimbangkan mineral, dan membantu mengontrol tekanan darah.

Karena konsumsi suplemen bisa meningkatkan beban kerja ginjal, ahli gizi menyampaikan pentingnya memperhatikan rutinitas konsumsi suplemen agar tidak sampai membahayakan ginjal.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Eatingwell pada Selasa (26/5), ahli gizi Vanessa Rissetto, MS, RD, CDN mengatakan bahwa vitamin C dapat membantu menjaga imunitas tubuh, tapi mengonsumsi suplemen vitamin C dalam dosis tinggi bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan ginjal.

"Banyak orang berpikir vitamin C tidak berbahaya karena larut dalam air, tetapi dalam dosis tinggi ini sebenarnya dapat menjadi masalah bagi kesehatan ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal," ia menjelaskan.

Baca juga: Tak Perlu Panik! Ini Suplemen yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Jahat

Mengonsumsi suplemen vitamin C dengan dosis 1.000 hingga 2.000 miligram per hari dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada ginjal pada individu yang rentan.

Kelebihan vitamin C dapat diubah menjadi oksalat di dalam tubuh, dan peningkatan kadar oksalat dapat menyebabkan munculnya batu ginjal kalsium oksalat.

Asupan vitamin D penting untuk kesehatan tulang, kekebalan tubuh, serta fungsi otot dan saraf, tetapi mengonsumsi suplemen vitamin D terlalu banyak dapat memberi tekanan pada ginjal.

Menurut Rissetto, suplementasi vitamin D dengan dosis sangat tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah, yang dapat berkontribusi pada batu ginjal dan, dalam kasus yang parah, kerusakan ginjal.

Batas asupan maksimum yang dapat ditoleransi untuk vitamin D adalah 4.000 IU per hari untuk orang dewasa, kecuali jika direkomendasikan lain oleh penyedia layanan kesehatan.

Suplemen berbahan herbal juga tidak semuanya aman seperti kelihatannya.

Obat herbal tradisional yang terbuat dari tanaman dari genus Aristolochia secara alami mengandung senyawa berbahaya yang disebut asam aristolochic, racun ginjal dan karsinogen yang dikaitkan dengan kasus gagal ginjal menurut ahli gizi Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND.

Baca juga: Ahli Gizi Tegaskan: Serat Saat Puasa Tak Harus dari Suplemen

Rissetto mengingatkan, penderita penyakit ginjal harus sangat berhati-hati dalam mengonsumsi campuran obat herbal atau suplemen yang pengaturannya tidak seketat obat.

Bagi penderita penyakit ginjal kronis yang tidak menjalani dialisis, mengonsumsi protein lebih dari yang dibutuhkan juga dapat membebani ginjal.

Karena ginjal bertugas menyaring produk sampingan protein dari darah, Betz mengatakan, asupan protein berlebihan dari suplemen dapat menyebabkan batu ginjal dan mempercepat perkembangan penyakit ginjal.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026