
Tanggapi ribuan ijazah alumni masih tertahan, Disdik Riau gandeng Baznas atasi tunggakan

Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk mengatasi tunggakan siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan negeri ijazahnya tertahan, khusus bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kami sudah menyampaikan ke seluruh SMA/SMK negeri agar menyerahkan ijazah siswa yang sudah tamat. Bagi yang memiliki tunggakan, akan dibantu oleh Baznas," kata Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan, sudah berkali-kali mengeluarkan edaran bahwa tidak boleh ada penahanan ijazah, apalagi di sekolah negeri. Erisman juga memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah swasta terkait hal itu.
Menurutnya, sekolah swasta telah menerima dukungan anggaran dari pemerintah melalui bantuan operasional sekolah penyelenggaraan (BOS P) dan BOS daerah (BOSDA). Dengan adanya subsidi tersebut, sekolah swasta diharapkan tidak lagi memberatkan siswa dengan menahan ijazah akibat masalah biaya.
Selain faktor tunggakan, Erisman mengungkapkan adanya fenomena di mana alumni sendiri yang enggan menjemput ijazah mereka ke sekolah karena merasa belum membutuhkannya.
"Informasi yang kami terima, ada siswa yang sudah bertahun-tahun tidak mengambil ijazahnya. Sekolah tentu tidak bisa menyerahkan dokumen tersebut jika yang bersangkutan tidak datang langsung untuk mengurusnya," tambahnya.
Sebelumnya Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau menemukan sebanyak 11.856 ijazah sekolah menengah atas dan kejuruan negeri di daerah setempat yang belum diambil oleh para alumni berdasarkan hasil kajian pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik terkait tata kelola pemberian ijazah di sekolah negeri.
“Masih banyak ijazah yang tersimpan di sekolah dan belum diambil alumni. Ini menjadi perhatian karena ijazah merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan hak pendidikan masyarakat,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau, Bambang Pratama
Data Ombudsman RI Perwakilan Riau mencatat, hingga 18 Juli 2025 terdapat 5.635 ijazah SMA negeri dan 6.221 ijazah SMK negeri yang belum diambil. Total keseluruhan mencapai 11.856 ijazah. Pengambilan data dilakukan pada periode April hingga Oktober 2025 dengan objek kajian berupa ijazah yang diterbitkan sebelum Tahun Ajaran 2024/2025.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

