
Pernyataan Dubes AS Picu Kecaman dari Faksi Palestina dan Yaman

Gaza (ANTARA) - Faksi-faksi Palestina dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada Minggu mengutuk pernyataan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, bahwa Israel berhak mengklaim kendali atas seluruh Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan pers, Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam (Follow-up Committee of the National and Islamic Forces), yang menaungi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Jihad Islam Palestina (Palestinian Islamic Jihad/PIJ), mengatakan pihaknya mengecam keras pernyataan Huckabee, yang "mencerminkan puncak ekstremisme agama dan menimbulkan ancaman nyata bagi keamanan serta stabilitas di kawasan".
Komite tersebut mengatakan pernyataan tersebut "mendorong perang, dominasi, dan pendudukan", seraya menambahkan hal itu "sama seperti mengulang klaim palsu dan mitos yang mendasari narasi kolonial, yang memicu ekstremisme dan menjadi faktor utama di balik ketidakadilan historis yang dialami rakyat Palestina".
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yaman dalam sebuah pernyataan menyebutkan komentar Huckabee melanggar hukum internasional dan merupakan "pelanggaran terhadap kedaulatan negara".
Kemenlu Yaman mengatakan pernyataan semacam itu menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas regional. Selain itu, mereka juga menegaskan kembali dukungan Yaman terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, terutama pendirian sebuah negara merdeka sesuai dengan resolusi internasional dan solusi dua negara.
Dalam sebuah wawancara dengan podcaster Amerika, Tucker Carlson, yang diunggah pada Jumat (20/2), Huckabee mengatakan Israel memiliki "hak alkitabiah" untuk menguasai seluruh Timur Tengah, atau setidaknya sebagian besar kawasan tersebut. Pernyataan itu langsung memicu kecaman keras dari negara-negara regional.
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

