Logo Header Antaranews Riau

Ide Camilan Lezat untuk Si Kecil yang Baru Belajar Puasa

Jumat, 13 Februari 2026 12:10 WIB
Image Print
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial lulusan Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) saat hadir dalam temu media di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial lulusan Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) membagikan beberapa rekomendasi camilan sehat bagi anak-anak yang baru mulai belajar berpuasa.

“Yang penting isiannya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja,” kata Prof. Rini saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Orangtua Jadi Kunci Anak Suka Camilan Sehat, Bukan Iklan Makanan

Prof. Rini menekankan anak-anak yang baru belajar biasanya membutuhkan asupan makanan lebih cepat karena akan berpuasa dalam beberapa babak. Makanan yang bergizi dan higienis akan membantu anak tidak merasa lemas selama menjalani ibadah tersebut.

Baik makanan berat maupun camilan yang disajikan pada anak-anak harus memuat karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Camilan yang menurutnya mudah diberikan seperti susu dan buah.

Susu mengandung kalsium yang baik, sementara buah memiliki macam-macam jenis vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Buah-buahan juga disebutnya lebih baik dibanding camilan yang mengandung tinggi gula.

Sedangkan dalam jenis makanan, orang tua dapat membuat otak-otak atau siomay yang terbuat dari adonan tepung dicampur dengan berbagai macam protein seperti ikan.
at diolah dalam bentuk dimsum yang memiliki aneka macam isian.

"Bentuk proteinnya yang diolah ya, misalnya kayak makanan otak-otak, itu kan ada karbohidrat, ada protein. Siomay boleh, tapi isinya yang benar. Seperti dimsum boleh, itu boleh diberikan. Yang penting isinya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja," katanya.

Baca juga: Rekomendasi camilan sehat untuk dinikmati pada malam hari dari ahli gizi

Hal lain yang disampaikan dokter yang praktik di RSIA Bunda Jakarta itu adalah dalam bidang kedokteran tidak ada batasan usia spesifik bagi anak untuk mulai belajar berpuasa. Namun, dalam ajaran agama Islam, Rini menyebut anak boleh berpuasa mulai usia 7 tahun.

Orang tua, katanya, juga tidak boleh memaksa anaknya untuk berpuasa karena butuh waktu secara bertahap sambil memberikan pemahaman dari esensi ibadah itu sendiri.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026