Logo Header Antaranews Riau

Dukung asta cita lewat program 3 juta rumah, BRI perluas akses hunian terjangkau bagi MBR

Minggu, 8 Februari 2026 18:16 WIB
Image Print
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah pemerintah. (HO-BRI)

Pekanbaru (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (4/2/2025).

Hery mengatakan, sebagai bank yang berfokus pada segmen mikro, kecil, dan menengah, BRI secara konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak pada masyarakat kecil, termasuk dalam penyediaan pembiayaan perumahan bersubsidi.

Sepanjang 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Sekitar 97 persen dari penyaluran tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang mendukung Program 3 Juta Rumah untuk memperluas kepemilikan hunian layak dan terjangkau bagi MBR.

“Salah satu program prioritas nasional yang kami dukung adalah Program 3 Juta Rumah. Dengan jaringan yang luas dan pengalaman melayani segmen mikro dan kecil, BRI optimistis dapat berperan aktif dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” ujar Hery.

Ia menambahkan, BRI saat ini memiliki lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut menjadi modal utama dalam mendukung percepatan implementasi program strategis pemerintah, termasuk di sektor perumahan.

Selain pembiayaan perumahan, BRI juga mengintegrasikan dukungan kesejahteraan pascakepemilikan rumah melalui penguatan ekosistem BRI Group, salah satunya lewat program PNM Mekaar yang dikelola oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program tersebut menyasar ibu-ibu prasejahtera produktif melalui pembiayaan usaha mikro guna menciptakan sumber pendapatan keluarga yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi nasional. Ia menyebut pembiayaan rumah subsidi oleh BRI meningkat signifikan.

“Kontribusi BRI untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 ada 16 ribu unit, tahun 2025 menjadi 32 ribu unit. Ini merupakan kenaikan dengan persentase terbesar,” kata Maruarar.

Maruarar juga menyampaikan capaian penyaluran FLPP yang mencatat rekor baru. Pada 2023, realisasi rumah subsidi melalui FLPP mencapai 229 ribu unit, tertinggi sejak 2010. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 279 ribu unit pada 2025.

“Dalam setahun pemerintahan Presiden Prabowo, terjadi kenaikan sekitar 50 ribu unit rumah subsidi,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026