
Pekan pertama Februari, luas lahan terbakar di Riau sudah mencapai 126,22 hektare

Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat luasan lahan terbakar di daerah setempat pada pekan pertama Februari 2026 sudah mencapai 126,22 hektare.
Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal mengatakan lahan terbanyak terbakar ada di Kabupaten Bengkalis dengan luasan 37,51hektar. Kemudian, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 22 ha, Pelalawan 21 ha, dan Kota Dumai 12,50 hektar.
"Terbanyak Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Bengkalis," kata Edy Afrizal di Pekanbaru, Rabu.
Sisanya lanjut dia karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainnya dengan luasan di Kota Pekanbaru 8 ha, Kepulauan Meranti, Siak dan Kampar masing-masing 7 ha, Inderagiri Hulu dan Kuantan Singingi 1 ha lebih. Sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir dilaporkan masih nihil.
Dia mengatakan saat ini tim gabungan pemadam karhutla masih berjibaku melakukan pemadaman di daerah Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan laporan, BPBD setempat kembali menambah personel untuk memperkuat tim gabungan yang lebih awal sudah melakukan pemadaman titik api.
"BPBD Pelelawan menambah personilnya membantu pemadaman ke lokasi titik api. Saat ini masih proses pemadaman," jelas Edy.
Selain itu, kata Edy tim gabungan juga berjibaku melakukan pemadaman di Inhil. Meski dilaporkan api sudah berhasil dipadamkan, namun asap masih mengepul di titik Karhutla.
Kondisi ini membuat personel masih tetap bersiaga di lokasi, menyemprotkan air mencegah kembali munculnya api. "Tim pemadam masih di lapangan. Memang di laporkan api sudah padam di Inhil, tapi masih berasap," ujar Edy.
Sementara, Karhutla di Kabupaten Bengkalis tepatnya di Kecamatan Bandar Laksamana yang sebelumnya sempat membara telah berhasil dipadamkan. Bandar Laksamana merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Bukit Batu.
"Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Apinya sudah padam," tambah Edy lagi.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

