Logo Header Antaranews Riau

Rusia Desak Israel Buka Rafah: Tak Ada Alasan untuk Terus Menunda

Kamis, 29 Januari 2026 11:40 WIB
Image Print
Arsip foto - Sebuah truk kembali ke Mesir dari Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah, Palestina (30/11/2023). (ANTARA/Xinhua/Sui Xiankai/aa.)

New York (ANTARA) - Israel tidak lagi memiliki alasan untuk mencegah pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir, kata Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vassily Nebenzia, pada Rabu (28/1).

Diplomat Rusia tersebut menegaskan bahwa setelah pemulangan jenazah sandera Israel terakhir dari Jalur Gaza, otoritas Israel tidak lagi memiliki dasar untuk menunda kewajiban kemanusiaannya terhadap penduduk Gaza.

Baca juga: Israel Sepakat Buka Perbatasan Rafah Secara Terbatas dengan Sejumlah Syarat

“ini termasuk kebutuhan untuk membuka kembali sepenuhnya penyeberangan Rafah, yang baru diumumkan pada 26 Januari, tiga setengah bulan setelah perjanjian gencatan senjata,” kata Nebenzia dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Nebenzia juga menekankan bahwa Rusia masih menunggu rincian dari Amerika Serikat terkait rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional/International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana perdamaian AS.

“Kami menunggu rincian lebih lanjut dari pihak Amerika mengenai prospek penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di sektor tersebut, termasuk komposisi, jumlah, dan mandat misi ini,” tambah Nebenzia.

Baca juga: Harapan Baru untuk Gaza: Penyeberangan Rafah Segera Dibuka

Fase kedua dari rencana perdamaian AS yang terdiri dari 20 poin mengatur penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza yang lebih luas, pengerahan ISF, serta pembentukan struktur pemerintahan baru, yang mencakup Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Trump.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026