Jakarta (ANTARA) - Juara dunia interim kelas berat ringan (79,3 kg) World Boxing Association (WBA) Albert Ramirez bersiap untuk laga mempertahankan gelar melawan Lerrone Richards pada 5 Februari mendatang di Casino de Montreal, Kanada.
"Albert Ramirez akan menjalani pertahanan pertama gelar juara dunia interim kelas berat ringan WBA menghadapi Richards asal Inggris yang dikenal dengan kekuatan pertahanan," demikian laporan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Pertarungan Kelas Dunia! Thorslund Hadapi Furtado Demi Gelar Juara Dunia WBC Putri
Ramirez mengukuhkan statusnya sebagai penantang wajib WBA pada Agustus 2025 di Libya, ketika dia merebut sabuk interim dengan menghentikan Jerome Pampellone yang sebelumnya tak terkalahkan pada ronde ketujuh.
Petinju asal El Vigia, Venezuela itu datang ke laga mendatang dengan membawa momentum luar biasa dari kampanye impian pada 2025. Ramirez belum terkalahkan dengan rekor 22 kemenangan termasuk 19 kemenangan yang diraih lewat knockout (KO).
Dengan rasio kemenangan KO yang mencolok, mencapai 86 persen, petinju kidal itu menjadikan Montreal layaknya rumah kedua, setelah beberapa kali bertanding di arena tersebut.
Di sisi lain ring, akan berdiri petinju Inggris, Lerrone Richards yang kerap menghadirkan teka-teki dari segi gaya bertarung.
Petinju berjulukan "The Sniper" itu dikenal dengan pertahanan yang licin dan sulit ditembus, sehingga menuntut Ramirez untuk bersabar secara taktis sebelum melepaskan pukulan kiri eksplosifnya.
Richard membawa rekor 19 kemenangan (empat KO) dan satu kekalahan bertolak ke Amerika Utara dengan ambisi menciptakan kejutan.
Meski tidak memiliki daya pukul sekeras Ramirez, Richards dipandang luas sebagai salah satu petinju dengan teknik paling halus di divisi ini.
Dilatih oleh Dave Coldwell, petinju asal London tersebut sudah terbiasa meraih kemenangan di negeri lawan dan akan sangat mengandalkan pergerakan kakinya untuk membuat frustrasi sang juara Venezuela.
Baca juga: Ramos Tolak Gelar Interim, Tantang Adames Duel Sengit untuk Juara WBC
WBA menjelaskan bahwa kedua petinju sama-sama bertangan kidal, sebuah dinamika yang kerap meniadakan keunggulan konvensional dan membuat kemampuan membangun jab menjadi faktor kunci.
Ramirez diperkirakan akan terus menekan, memotong pergerakan lawan di ring, serta berinvestasi pada serangan ke tubuh, sementara Richards akan berupaya menjaga pertarungan tetap berada di tengah ring dan mencetak angka melalui pukulan bersih yang terukur.
