Pekanbaru (ANTARA) - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apernas) Riau menargetkan pembangunan 1.300 unit hunian subsidi yang disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2025.
"Pada tahun 2024, penyerapan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Riau mencapai 854 unit dengan nilai sekitar Rp120 miliar, berdasarkan data dari Bank BTN. Tahun ini kami menargetkan 1.300 unit rumah dan membutuhkan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah," kata Ketua DPW Apernas RiauRangga saat peringatan HUT Apernas ke-16 di Pekanbaru, Minggu.
Ia mengatakan target ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung program nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Riau. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto program nasional pembangunan 3 juta unit rumah yang dicanangkan dapat terealisasi di tahun ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menyampaikan apresiasi terhadap pemilihan Pekanbaru sebagai tuan rumah Rakernas Apernas. Ia menilai kegiatan ini memiliki dampak ekonomi positif bagi kota serta memberikan harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki hunian.
"Kami menyambut baik acara ini, karena program rumah subsidi sangat penting untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ini menjadi kabar baik bagi warga Pekanbaru," ujar Markarius.
Ketua Umum Apernas, Zulfakar, mengajak pengembang di Riau untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun perumahan bagi MBR. Menurutnya, kerja sama yang erat akan lebih efektif dibandingkan dengan sekadar kompetisi di antara pengembang.
"Kami ingin memastikan bahwa para pengembang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga turut serta dalam membangun daerah melalui penyediaan rumah bagi masyarakat kurang mampu," kata Zulfakar.
Rakernas Apernas ke-16 ini sekaligus pelantikan pengurus DPW Apernas yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari pemerintah, perbankan, dan sektor properti. Berbagai strategi dan kebijakan turut dibahas guna memastikan target pembangunan rumah MBR dapat terealisasi sesuai rencana.