Logo Header Antaranews Riau

APRIL Donasikan 17 Juta Dolar Untuk RER

Minggu, 13 April 2014 19:38 WIB
Image Print

Jakarta, (Antarariau.com) - Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) yang merupakan induk dari PT Riau Andalan Pulp and Paper akan mendonasikan dana senilai 17 juta dolar AS untuk kegiatan restorasi ekosistem Riau dalam jangka waktu 10 tahun untuk memperbarui 20.265 hektare lahan hutan yang sebelumnya terdegradasi di Semenanjung Kampar, Sumatera.

“Perusahaan juga akan melipatgandakan luas program restorasi hutan menjadi 40.000 hektar. Kami mengupayakan agar luas area konservasi sama dengan luas area hutan tanaman yang dikelola oleh APRIL," ujar Kusnan Rahmin Presiden Direktur RAPP di acara Pameran Indogreen ke 6 di Jakarta Convention Centre Jakarta, Minggu.

Wilayah lain yang juga jadi bagian dari restorasi tersebut adalah area baru di Pulau Padang, yang di timurnya ada Pulau Merbau, di tenggara ada Pulau Rantau, dan di seberang utara ada Pulau Bengkalis, Provinsi Riau. Kegiatan restorasi sebenarnya telah dimulai sejak Mei 2013 dan terus berlanjut hingga 2013.

Sembilan tahun yang lalu APRIL menjadi pionir dari keberlanjutan dalam industri pulp dan kertas di Indonesia dengan mengimplementasikan praktik Hutan Bernilai Konservasi Tinggi (HCVF).

Sejak saat itu, kebijakan tersebut telah melindungi 250.000 hektare hutan konservasi bernilai tinggi dalam area konsesi, termasuk dengan mitra pemasok.

Presiden APRIL Praveen Singhavi menyatakan kebijakan restorasi itu melampaui komitmen yang pernah di buat sebelumnya dan Stakeholder Advisory Committee akan memastikan kebijakan tersebut dilakukan transparan.

Menurut Praveen, kebijakan moratorium menunjukkan APRIL sadar akan pentingnya implementasi praktik-praktik yang sesuai dengan kondisi Indonesia untuk mendapatkan hasil maksimal.
Hal ini juga menunjukkan bahwa APRIL telah berkonsultasi dengan berbagai pihak, mendengar masukan yang konstruktif mendukung maupun yang keras mengeritik.

Dalam berbagai kebijakan terobosan, kata Praveen, selalu ada awal, pertengahan dan kemudian awal yang baru.
Pada kesempatan itu Kusnan juga menegaskan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berbasiskan industri rendah karbon dapat menjadi penggerak roda perekonomian di Indonesia.

Menurut Kusnan, pihaknya telah menerapkan kebijakan Pengelolaan Hutan Lestari sejak perusahaan beroperasi. “Bahkan komitmen ini telah ditingkatkan dengan dideklarasikannya Kebijakan Pengelolaan Hutan Lestari pada Januari 2014," ujarnya.

Kusnan menjelaskan, industri rendah karbon akan menjamin keberlanjutan perlindungan atas Hutan Bernilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value Forests/HCVF) di Provinsi Riau. Pada 2005, APRIL telah menjadi perusahaan Indonesia pertama yang mengidentifikasi dan melindungi hutan bernilai konservasi tinggi. Saat ini, APRIL dan pemasok jangka panjangnya telah melestarikan lebih dari 250.000 hektar hutan bernilai konservasi tinggi yang ditunjuk oleh penilai independen.



Pewarta :
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026