
SBY Di Kampar: Jangan Ada Lagi Asap

Bangkinang, (Antarariau.com) - Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta kepada satu batalyon tentara yang ada dihadapannya untuk memadamkan api dan menghilangkan asap yang ada di Riau paling lambat tiga minggu ke depan.
“Kalian tahu tugasnya apa?” kata SBY tegas, saat memberikan arahan kepada gabungan tentara di posko BNPB Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, sekitar pukul 17:40 wib. Dia ditemani Bupati Kampar Jefry Noer, Gubernur Riau Anas Ma’mun dan sejumlah petinggi negara.
“Siap tahu!” jawab tentara itu serempak.
“Padamkan api, hilangkan asap. Ini adalah operasi tanggap darurat. Operasi militer selain perang. Cari titik api dan padamkan. Tangkap yang membakar lahan dan penjarakan. Selamat bertugas, Tuhan bersama kita,” kata SBY datar. Sekitar lima belas menit di sana, SBY kembali ke lapangan udara Rusmin Nurdjadin Pekanbaru.
Tadinya, SBY akan menginap di Bangkinang. Malamnya menggelar pertemuan dan jamuan makan, dan besoknya melihat titip api. Namun Haryono, salah seorang pegawai sekretariat Presiden kemudian mengabarkan kalau SBY batal datang ke Bangkinang.
“Sebagai tuan rumah, kita musti mempersiapkan semaksimal mungkin tempat untuk kedatangan presiden. Soal jadi datang atau tidak, itukan hal biasa,” kata Jefry Noer.
Yang pasti kata dia, jauh sebelum SBY datang, Pemkab Kampar sudah berupaya memadamkan titik api yang muncul di wilayah Kabupaten Kampar. Dan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) antara Pemerintah Daerah-Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan Badan Pelaksana Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (BP REDD+) di lantai tiga kantor Gubernur Riau pertengahan Februari lalu, Jefry sudah menawarkan berbagai solusi soal penanggulangan kebakaran tadi.
Kalau memang mau serius kata Jefry, siapkan dana khusus di APBN dan APBD untuk penanggulangan bencana dan pembiayaan penghijauan. “Regulasi anggaran ini juga musti jelas. Biar kita tak dikejar bayangan saat memakai. Lalu kita bikin skenario dan penataan yang benar soal lahan ini. Biar kerja kita tak berulang-ulang,” pintanya.
Jefry menyebut, tanpa adanya anggaran khusus untuk penanggulangan Karhutla ini Pemerintah Daerah bakal kesulitan terus. “Sebab salah-salah pakai duit, alamat pemeriksa justru yang datang. Saat ini sulit, Pak. Benar saja kita, kadang disalahkan,“ katanya. (Adv Humas Setkab Kampar)

