
AS "Siap" Serang Suriah

Damaskus, 28/8 (antarariau.com) - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel mengatakan pada Selasa pasukan negaranya siap melancarkan serangan terhadap rezim Suriah atas tuduhan serangan-serangan dengan menggunakan senjata kimia.
Suriah bertekad akan mempertahankan diri terhadap setiap serangan dengan langkah-langkah "mengejutkan", sementara sekutu-sekutu erat Rusia dan Iran memperingatkan penggunaan kekuatan akan menimbulkan konsekuensi di kawasan itu.
"Kami siap. Kami telah memindahkan aset-aset yang ada untuk memenuhi dan mematuhi pilihan apapun yang Presiden ingin ambil," kata dia. "Kami siap lakukan, seperti itu."
Di Paris, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan negerinya "siap menghukum" mereka yang berada di belakangan tuduhan serangan-serangan kimia.
Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad membantah keras bertanggung jawab dan malah menuduh kaum pemberontak yang menggunakan senjata kimia.
Inggris menyatakan pasukannya membuat rencana-rencana kontingensi untuk aksi di Suriah.
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan dugaan serangan senjata kimia merupakan "kejahatan terhadap kemanusiaan" yang tak dapat dimaafkan.
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang negerinya telah memberi perlindungan diplomatik kepada rezim Suriah dengan menghalangi aksi Dewan Keamanan PBB, tak merasa terkesan dengan apa yang Barat sebut bukti kekejaman.
Menlu Rusia Sergei Lavrov telah mengatakan Moskow tidak akan terlibat dalam konflik militer, dan telah memperingatkan intervensi itu akan mempunyai "konsekuensi bencana besar" bagi Timur Tengah yang rentan.

