
Mengingat kematian dengan Aghi Ayo Onam
Senin, 9 Mei 2022 15:50 WIB

Kampar (ANTARA) -
Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri melepas peziarah kubur Aghi Ayo Onam di Masjid Al Mujahidin di Dusun Uwai Desa Muara Uwai, Senin.
Aghi Ayo Onam merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Kampar. "Kita diingatkan akan kematian bahwa setiap yang bernyawa pasti akan menghadap Sang Khlaiq," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa makna di balik perayaan Aghi Ayo Onam sendiri terbukti dapat memperkuat tali silaturahmi antar sesama umat Islam dan mengingatkan akan kematian.
"Tadisi ziarah kubur di Bangkinang ini tidak akan ada habisnya dan harus terus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Bangkinang karena ini turun-temurun dan perlu terus dilanjutkan," terangnya.
Selain berkumpul dengan keluarga, Aghi Ayo Onam ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kampar, yang pulang kampung di berbagai daerah. Bahkan ada juga warga Kampar yang dari Malaysia maupun dari negara tetangga lainnya yang datang untuk kegiatan ini.
Dalam setiap kegiatan ziarah kubur ini dihadiri ratusan bahkan ribuan orang. Ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.
Dia berharap kepada generasi muda penerus dan anak kemenakan untuk menjaga dan melestarikan budaya ziarah kubur di Kabupaten Kampar.
Lebaran enam ini merupakan wisata religi, sama seperti Balimau Kasai dalam menyambut bulan Ramadhan, tradisi ini menurutnya dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, sebab dengan mengunjungi setiap kuburan dan melakukan doa bersama akan mengingatkan pada kematian.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

