
Target Produksi Minyak PT BOB-BSP 15.800 Barel Per Hari

Pekanbaru, (antarariau.com) - Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako (PT BOB-BSP) optimistis target produksi 2013 yang diberikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi sebesar 15.800 barel minyak per hari bisa tercapai.
"Meskipun produksi saat ini mengalami penurunan, namun kami yakin target produksi bisa tercapai," kata Senior Operation Manager PT BOB-BSP Wimpi Wisnu Prambudi, saat melakukan rapat kerja dengan SKK Migas, di Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat.
Wimpi mengatakan, target yang diberikan oleh SKK Migas sebesar 15.800 barel minyak per hari (bpd) dan saat ini PT BOB-BSP telah mampu memproduksi minyak 14.869 bpd dan rata-rata tren produksi mengalami penurunan pada 2013.
Sementara untuk produksi PT BOB-BSP pada 2009 sebesar 19.871 barel minyak per hari, 2010 sebesar 17.126 bpd, 2011 sebesar 16.183 bpd, dan semakin menurun pada 2012 menjadi 15.531 bpd dan pada 2013 kembali turun menjadi 14.869 bpd.
Wimpi menyatakan, penurunan produksi terjadi karena keterbatasan fasilitas pengolahan air, yang menyebabkan produksi sumur belum maksimal.
"Namun sejak Januari sampai Maret, rata-rata produksi 14.869 bpd, namun apabila SKK Migas menginginkan kami untuk masuk dalam urutan 10 besar masih berat karena ada berbagai kendala," kata Wimpi.
Sebelumnya, Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Muliawan menyatakan bahwa pihaknya menginginkan adanya peningkatan produksi dari PT BOB-BSP.
"Produksi PT BOB-BSP menurun, dan tantangan baru bagi kita adalah untuk mencari cadangan baru," kata Muliawan.
Ia juga mengatakan, saat ini PT BOB-BSP sedang melakukan "secondary recovery" dan dengan adanya langkah tersebut diharapkan mampu menaikkan produksi berikutnya.
"Untuk meningkatkan kapasitas nasional, kita harus berupaya sebisa mungkin untuk memaksimalkan sumber daya alam untuk menunjang perekonomian Indonesia," ujar Muliawan.
Ia menambahkan, PT BOB-BSP juga diharapkan untuk segera menyelesaikan proyek-proyek dengan tepat waktu, dan mengurangi ketergantungan kepada PT Chevron Pacific Indonesia.
"Jika ingin meningkatkan produksi, PT BOB-BSP tidak boleh tergantung pada CPI yang saat ini kapasitasnya seudah penuh," ujarnya.
Oleh Vicki Febrianto
Pewarta : ANTARA News
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

