
PSPS Minta Bentrok Suporter Tidak Berlanjut

Pekanbaru, (antarariau.com) - Manajemen PSPS meminta agar bentrokan antar sesama suporter tim dari Kota Pekanbaru itu tidak berlanjut setelah memakan korban jiwa seorang suporter bernama Tegar.
"Kita sangat menyayangkan adanya aksi bentrok sesama pendukung PSPS. Ke depan, masalah seperti ini hendaknya tidak akan terjadi lagi," kata Manajer PSPS Boy Sabirin di Pekanbaru, Rabu.
Sebagai bentuk belasungkawa, ia mengatakan pihak manajemen PSPS juga turut hadir dalam proses pemakaman korban. Ia mengatakan seluruh tim dan manajemen PSPS mengucapkan belasungkawa dan turut berduka terhadap insiden berdarah itu.
Bahkan, ia mengatakan manajemen PSPS berencana untuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal.
"Kami dari pihak manajemen akan memberikan santunan terhadap pihak keluarganya," katanya.
Selain itu, ia juga meminta agar tidak ada aksi balas dendam yang bisa memicu konflik terus berlanjut.
Sebelumnya, dua pendukung fanatik PSPS dari Asykar Theking menjadi korban pengeroyokan pendukung dari kelompok Curva Nord. Kejadian itu terjadi sebelum pertandingan PSPS pada lanjutan Liga ISL di Kabupaten Kampar, Sabtu (9/3).
Korban tewas, Tegar (15) setelah dikeroyok suporter Curva Nord. Pemicunya sepele karena berawal dari sesama pendukung PSPS itu saling ejek saat akan menuju Stadion Kampar.
Tegar adalah warga Jalan Hang Jebat, Pekanbaru, yang tewas dengan luka berat di bagian kepala. Korban meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa jam di Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

