Logo Header Antaranews Riau

23 SD Dapat Susu Perah Gratis

Jumat, 8 Februari 2013 09:16 WIB
Image Print

Bangkinang, (antarariau.com) - Sebanyak 23 Sekolah Dasar di tiga kecamatan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mendapatkan susu sapi perah gratis dari balai pembibitan Peternakan untuk meningkatkan konsumsi susu siswa setempat.

"Jumlah susu yang didistribusikan setiap harinya sebanyak 120 liter dan digilir ke sekolah-sekolah. Animo siswa mengonsumsi susu itu sangat tinggi dan mereka selalu menunggu petugas datang ke sekolah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kampar H Cokroaminoto di Bangkinang, Jumat.

Pada kesempatan itu ia didampingi H Marjanis Kepala UPT Peternakan dari Balai Pembibitan di Desa Kuapan Kecamatan Tambang, Kasubdin Peternakan Syafrilis, Kasubag Perencanaan, Arifin, Kasi Pengembangan dan Budidaya widodo Wahyudi dan M Ali Kasi Pakan dan Teknologi.

Ia menyatakan di Balai Pembibitan Peternak itu ada sebanyak 168 ekor sapi perah dengan mempekerjakan 13 orang di kandang, pengumpulan pakan dan pemerahan susu serta mereka bekerja dengan sistim shif.

Hasil perahan susu setiap hari rata-rata 120 liter itu diberikan kepada anak sekolah untuk 23 SD di Kecamatan Tambang, Kampar Timur dan Kampar.

Pengaruh dari pemberian susu bagi anak sekolah tersebut sangat baik terhadap tingkat kecerdasan, terbukti dengan nilai yang diperoleh setiap mid semester.

"Kami menyediakan blangko yang harus diisi pihak sekolah untuk konsumsi susu tersebut dan tiap tiga bulan sekali dilakukan evaluasi," ucap Marjanis.

Tidak hanya itu, dampak positif dan manfaat lain dari usaha sapi perah ini adalah sering dijadikan tempat penelitian, praktek bagi mahasiswa UIN Pekanbaru juga sebagai tempat magang bagi siswa SMK.

Di Balai Pembibitan ini akan dijadikan sentra pembibitan hewan ternak, selain sapi perah, ada juga unggas, ayam arab, itik dan kambing yang sudah diadakan sejak 2012, pindahan dari Kecamatan Kampar.

Pemerintah akan membangun fasilitas dan melengkapi kebutuhan Balai Pembibitan ini menjadi Pusat Pembibitan Peternakan Kabupaten Kampar yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kampar khususnya dalam memenuhi kebutuhan akan ternak, susu sapi, tempat belajar menimba ilmu, latihan dan praktek cara beternak.

Ke depan tempat ini akan diorientasikan kepada usaha bisnis dalam menjadikan Balai Pembibitan Ternak itu bisa mandiri dan memenuhi semua kebutuhan biaya pengembangan bibit ternak.

Arifin, Kasubag Perencanaan, menyebutkan bahwa Balai Pembibitan Sapi Perah itu sudah ada sejak 2006 yang sebelumnya dikelola oleh Balai Penelitian Pembangunan Kampar kemudian dialihkan ke Dinas Peternakan pada 2007.

Luas lahan Balai Pembibitan ini mencapai delapan hektere untuk Hijau Makanan Ternak (HMT) seluas enam hektare dilengkapi sarana gedung yang dibangun sejak 2012 dan pagar sekeliling serta kandang empat unit.

Kasi Pengembangan dan Budidaya, Ir widodo Wahyudi didampingi M Ali Kasi Pakan dan Teknologi menyebutkan bahwa jumlah sapi perah yang sudah laktasi (sedang produksi perah), 24 ekor dan selebihnya belum masa produksi susu.

Sapi, mulai produksi susu pada 2,8 tahun masa bunting dan setelah tiga tahun baru bisa diperas susunya, sampai umur 6 bulan, atau dalam masa 6 kali beranak maksimal sampai umur 10-12 tahun, kata Widodo.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026