
Polisi Bubarkan Paksa Demonstrasi Suporter PSPS

Pekanbaru, (antarariau.com) - Pihak kepolisian membubarkan paksa unjukrasa ratusan suporter fanatik PSPS Pekanbaru di kantor Wali Kota Pekanbaru, Kamis.
Berdasarkan pantauan ANTARA, keputusan pembubaran paksa terpaksa dilakukan polisi karena aksi para suporter makin brutal dan mengganggu ketertiban. Massa terlihat sudah tidak bisa dikendalikan, terutama setelah perwakilan mereka keluar dari kantor Wali Kota Pekanbaru tanpa ada kesepakatan dengan pihak pemerintah.
Para suporter kemudian mulai membakar ban bekas dan melempari para petugas Satpol PP dan polisi dengan beragam benda mulai dari kayu hingga gelas kemasan air mineral.
Seorang petugas Satpol PP terluka di wajahnya akibat terkena lemparan dari para suporter.
Aksi para suporter juga mulai mengganggu ketertiban umum karena mereka mulai menutup Jalan Sudirman dan mengakibatkan kemacetan.
Mereka sudah tidak mengindahkan himbauan dari kepolisian agar demonstrasi tetap terkendali yang disampaikan melalui mobil pengeras suara. Akhirnya, ratusan petugas kepolisian dengan bersenjatakan kayu membubarkan paksa suporter.
Massa sempat melakukan perlawanan dengan balik melempari petugas dengan batu, sebelum akhirnya berhasil dipukul mundur dan membubarkan diri.
Sejauh ini polisi belum ada yang menangkap para suporter yang bertindak anarkis.
Awalnya Massa gabungan dari Asykar Theking, Nord Curva, dan Hang Tuah Mania itu berdemonstrasi untuk menolak rencana penjualan tim sepakbola Pekanbaru itu ke Pemerintah Kabupaten Kampar.
"Sampai kapan pun kami akan menolak penjualan PSPS ke Pemerintah Kabupaten Kampar," kata Koordinator "Gerakan Save PSPS", Teguh Santoso.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

