Logo Header Antaranews Riau

Berniat Menolong, Seorang Pelajar Dianiaya Geng Motor

Jumat, 5 Oktober 2012 20:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Lagi-lagi geng motor berulah di Pekanbaru, dengan melakukan penganiayaan yang mengakibatkan seorang pelajar SMK bernama Agus (18) mengalami luka cukup parah.

"Kejadian Sabtu lalu, di depan purna MTQ, sekira pukul setengah satu malam," kata Yunazri, paman korban kepada wartawan usai melapor ke Polresta Pekanbaru, Jumat.

Dituturkan Yunazri, keponakannya saat sebelum kejadian sedang dalam perjalanan pulang dari makan nasi goreng bersama tiga rekannya. Ketika melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Gedung DPRD Riau, mereka melihat orang terkapar di jalan.

"Agus dan teman-temannya menepikan kendaraan untuk memastikan kondisi orang yang terkapar itu, untuk menolong," kata Yunazri menirukan keterangan Agus.

Namun apa lacur, niat baik Agus dan kawan-kawannya justru menjadi bencana karena sekejap, ratusan motor berhenti mendadak di lokasi itu dan langsung menyerang mereka dengan berbagai macam benda.

"Ketiga kawan Agus sempat lari sembunyi, sial, motor Agus tidak dapat menyala sehingga tidak sempat lagi menghindari amuk para pengendara itu," kata Yunazri.

Saat Agus berusaha menghindar dengan menyalakan motornya, sebuah balok melayang ke kepalanya dan kontan membuat warga Rumbai itu tersungkur. Sesaat kemudian, ia jadi sasaran penganiayaan para pengendara dengan kayu balok dan berbagai macam senjata tajam.

Akibatnya, Agus mengalami luka robek Pada bagian kepala belakang, empat luka tusukan dibagian punggung dan tulang rusuk bagian belakang serta luka memar di bagian tangan dan kaki akibat pukulan benda keras.

"Usai kejadian, kawannya datang lagi ke lokasi, dan Agus sudah tergeletak tak sadarkan diri," kata Yunazri.

Beruntung, sebuah ambulans melintas dan Agus segera dilarikan ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapatkan perawatan.

Saat ini, korban masih dalam perawatan keluarganya, setelah dirawat secara intensif di RSUD selama 10 hari.

Ibu korban, Yulinar (33) mengaku sedih dan berharap polisi segera melakukan pengusutan dan menangkap pelaku pengeroyokan atas anak sulungnya itu.

"Biar tidak ada lagi korban yang jatuh," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026