Logo Header Antaranews Riau

Premium Di Barito Rp11 Ribu

Selasa, 15 Mei 2012 13:37 WIB
Image Print

Muara Teweh (AntaraRiau) - Harga bahan bakar minyak jenis premium atau bensin pada tingkat eceran di sejumlah tempat di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir bervariasi dari Rp8.000-Rp11.000/liter.

"Selain mahal, bensin juga sulit dicari karena banyak pedagang eceran yang tutup, sedangkan membeli di SPBU harus antre berjam-jam," kata seorang warga Muara Teweh, Arif, Selasa.

Menurut Arif, selain tinggi harga bahan bakar minyak terutama bensin juga saat ini sulit dicari, banyak pedagang eceran yang tutup, meski ada yang buka dengan harga sekitar Rp11.000/liter bahkan bisa lebih.

Harga itu berlaku hampir sama dengan harga jual BBM jenis pertamax.Meski ada yang menjual di bawah harga Rp 8.000,tapi barang cepat habis dan hanya sesaat saja.

"Sekarang susah mencari bensin, padahal biasanya sangat mudah, malah banyak warga yang membeli pertamax yang kini dijual selain di SPBU juga di eceran,¿ ujar Arif.

Naiknya harga BBM ini sudah sangat memberatkan masyarakat, namun selama ini tidak ada upaya pemerintah daerah dan aparat kepolisian setempat untuk menertibkan para pedagang yang menjual harga diatas eceran tertinggi (HET).

"Kami sangat mengharapkan ada tindakan pemerintah dan aparat untuk menurunkan harga bensin dan lainnya guna membantu masyarakat," katanya.

Dia meminta pihak kepolisian jangan hanya menertibkan aktivitas kendaraan dan mobil yang setiap hari membeli premium di SPBU untuk dijual kembali ke masyarakat (pelansir).

Namun semestinya para pedagang yang lebih besar yakni pemegang izin usaha kecil dan menengah (UKM) khusus BBM terutama bensin yang semestinya melayani pedagang eceran di Muara Teweh, namun kenyataannya banyak dijual keluar daerah.

"Jadi yang perlu dipertanyakan kemana BBM yang berasal dari UKM selama ini dijual, sementara di tingkat eceran sulit dicari dan mahal.Kondisi ini berambah parah dengan kebijakan pemerintah pusat yang membatasi pasokan BBM subsidi untuk Kalimantan," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026