Logo Header Antaranews Riau

Peternak Dumai Dibantu 70 Ekor Sapi

Kamis, 12 April 2012 17:52 WIB
Image Print

Dumai, (AntaraRiau-News) - Sebanyak dua kelompok peternak lokal Kota Dumai, Provinsi Riau akan menerima bantuan hewan ternak jenis Sapi Bali bersumber dari APBN Pemerintah Pusat dengan sistim bergulir (revolving).

"Masing masing kelompok akan menerima 35 ekor hewan ternak sapi berusia dua tahun dan adanya program itu diharapkan bisa meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan peternak," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Dumai, Syafrizal, di Dumai, Kamis.

Ia menyebutkan, bantuan sapi ini belum didistribusikan ke kelompok ternaK, karena saat ini masih menunggu proses pelelangan secara sistem elektronik yang akan menentukan pemenang rekanan perusahaan.

Pada tahun sebelumnya, program bantuan sapi ini juga disalurkan ke sejumlah kelompok ternak. Karena sistemnya bergulir, maka setiap adanya pertambahan hewan ternak, akan diberikan lagi kepada kelompok lain yang belum menerima bantuan.

"Dari beberapa tahun program bantuan sapi ini, untuk 2012 ini terdapat 100 ekor sapi perguliran yang akan didistribusikan pada kelompok lain," ujarnya.

Selain bantuan sapi dari APBN, lanjut Syafrizal, Disnakkanla juga akan menyalurkan 150 ekor hewan ternak sapi bali kepada 3 kelompok peternak di Kecamatan Bukit Kapur. Sedangkan, bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau akan menyalurkan sebanyak 84 ekor untuk dibagikan ke enam kelompok peternak. Masing-masing kelompok akan menerima 14 ekor sapi.

Kelompok peternak yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, propinsi maupun kota tersebut tidak ada yang sama, melainkan berbeda. Agar pembagian bantuan ini merata dan tidak ada kelompok atau peternak yang mendapatkan bantuan ulang.

"Kelompok yang akan menerima bantuan ditentukan oleh masing-masing yang punya alokasi anggaran. Dengan kegiatan bantuan ini kita berharap selain peternak dapat mengembangkan budidaya ternaknya, juga supaya bisa mandiri dan meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya," ujar Syafrizal.