
Harga komoditas Pekanbaru turun

Pekanbaru (ANTARARIAU News) - Harga barang dan jasa di Pekanbaru cenderung turun menjelang kebijakan pemerintah menaikan harga BBM subsidi pada April nanti.
"Menurunnya harga barang dan jasa terutama bersumber dari penurunan harga komoditas bahan pangan khususnya beras, ayam ras dan telur ayam," kata Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau, Hari Utomo, di Pekanbaru, Selasa.
TPID Riau merupakan tim yang terdiri dari Bank Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bulog, Dinas Perhubungan (Dishub), Organda dan asosiasi pedagang pasar di Riau.
Ia menjelaskan, TPID telah menggelar rapat lintas instansi terkait untuk memantau dampak kebijakan kenaikan harga BBM terhadap lonjakan harga komoditas. Pemantauan tersebut bertujuan agar pemerintah segera melakukan pencegahan untuk menekan lonjakan harga komoditas yang bisa meningkatkan inflasi daerah.
Menurut Hari, sejumlah instansi dan lembaga terkait menyampaikan bahwa ketersediaan barang di Pekanbaru relatif memadai. Berdasarkan laporan dari Bulog Divre Riau, lanjutnya, stok beras relatif aman dan harga beras Bulog tidak akan dinaikan meski harga BBM naik.
"Bulog juga telah merespon rekomendasi dari TPID Riau untuk melakukan penyaluran raskin sehingga realisasi raskin kini telah mencapai 126 persen," kata Hari Utomo yang juga menjabat Pemimpin Bank Indonesia Pekanbaru.
Menurut dia, Pertamina juga telah berkomitmen untuk menjaga stok BBM di Riau mencukupi sehingga dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kemudian, ia mengatakan Dinas Perdagangan Kota Pekanbaru bersama pedagang dan Bulog akan menggiatkan operasi pasar murah dan program Raskin untuk menekan lonjakan harga.
"TPID juga telah meminta aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk terus dapat menindak tegas setiap upaya penimbunan BBM yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Hari menambahkan, TPID akan terus memonitor dampak jangka menengah terhadap kemungkinan meningkatnya angka kemiskinan akibat meningkatnya beban biaya hidup yang bersumber dari kenaikan harga BBM.
"Kami juga merekomendasikan agar pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat menahan angka kemiskinan," katanya.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

