
Pekanbaru rawan rabies

Pekanbaru - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Sentot Djoko Prayitno menyatakan saat ini wilayahnya masuk kedalam nominasi daerah rawan atau endemi penularan penyakit rabies.
"Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat memelihara binatang yang bisa menularkan penyakit rabies, terutama anjing, kucing bahkan kera," kata Sentot di Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis.
Bahkan, demikian katanya, hasil survei dan riset yang dilakukan pihaknya, di Pekanbaru terdapat sekitnya 15 ribu ekor binatang rentan penularan rabies, terbanyak anjing.
Untuk mengurangi tingkat penularan rabies, katanya, Dinas Pertanian dan Peternakan berulang telah melakukan razia 'anjing gila' atau jenis binatang peliharaan warga lainnya untuk dieliminasi.
"Bagi yang masih memiliki kondisi fisik atau kesehatan yang baik, akan disuntikan anti rabies," ujarnya.
Upaya penekanan angka penjangkit rabies di Pekanbaru, demikian Sentot, terus diupayakan pihaknya, bahkan melalui berbagai program yang menyarankan masyarakat untuk sadar bahaya rabies.
Belajar dari pengalaman di 2011 lalu, katanya, di Pekanbaru sempat terdeteksi ada sebanyak lebih dari 80 kasus gigitan hewan yang rentan penularan rabies.
"Dari sejumlah kasus tersebut, sebanyak 30 kasus, korbannya dinyatakan positif menderita rabies. Bahkan dua orang diantaranya meninggal dunia," katanya.
Kondisi demikian, kata dia, seharusnya menjadi pembelajaran semua pihak, agar waspada dan selalu hati-hati saat memilihara hewan seperti anjing, kucing dan monyet.
"Jangan sampai kasus rabies justru meningkat setiap tahunnya," ujar dia.
Pihak-pihak pemerintah di sejumlah wilayah kecamatan bahkan kelurahan, kata Sentot, juga disarankan untuk melakukan pendataan hewan peliharaan warga.
"Hal ini ditunjukan agar penyuntikan anti rabies bisa dilakukan secara merata," demikian Sentot.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

