Logo Header Antaranews Riau

Polisi tangkapi penumpang ilegal BBM

Sabtu, 17 Maret 2012 16:48 WIB
Image Print

Pekanbaru - Seorang warga di Pekanbaru mengharapkan kepolisian menangkapi pemilik usaha "kencing minyak" atau penampungan ilegal bakar minyak yang lokasinya bertebaran di Provinsi Riau.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Riau banyak tempat 'kencing minyak' kelapa sawit hingga BBM bersubsidi," kata seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil tangki BBM bersubsidi, di Pekanbaru, Sabtu.

Mobil yang dikendarainya milik perusahaan rekanan atau kontraktor PT Pertamina dan setiap hari dibawanya kerap menyinggahi lokasi "kencing minyak".

"Bahkan ada satu titik di Dumai, yang lokasinya sangat berdekatan dengan Markas Polsek Dumai Barat, Polresta Dumai. Di lokasi itu 'kencing minyak' bahkan sudah bertahun-tahun, tetapi tapi tidak ada penindakan dari aparat," ujarnya.

Pria ini mengaku selalu menyinggahi lokasi "kencing minyak" di beberapa tempat yang berada di jalur Dumai-Pekanbaru dan Dumai-Kota Duri, Kabupaten Bengkalis.

"Hal ini saya lakukan karena ada desakan, bukan keinginan sendiri. Maka, saya heran kalau polisi justru menangkap sopirnya untuk dijadikan tersangka, sementara pemilik lokasi 'kencing minyak' justru dibebaskan," katanya.

Menurut warga, sebenarnya kepolisian tidak usah menunggu laporan dari anggota masyarakat karena praktik dan tempat "kencing minyak" di Riau tidak sulit ditemukan.

Pada Kamis (15/3), jajaran Kepolisian Resor Kota Dumai menggerebek sebuah lokasi penampungan ilgal BBM bersubsidi atau "kencing minyak".

Aparat berhasil mengamankan ribuan ton liter BBM bersubsidi jenis solar dan premium serta meringkus beberapa orang yang diduga sebagai pelakunya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026