Logo Header Antaranews Riau

Sekolah anak pemulung minim perhatian

Jumat, 24 Februari 2012 05:00 WIB
Image Print

Pekanbaru (ANTARARIAU News) - Sekolah Dasar Negeri 47 Kecamatan Tenayan raya, Pekanbaru, Riau yang sebagian besar muridnya dari keluarga pemulung, sangat minim fasilitas dan kurang perhatian Pemerintah Kota setempat.

"Kami di sini sudah empat tahun melakukan proses belajar mengajar dengan keterbatasan fasilitas, termasuk ruangan belajar yang tidak bisa menampung jumlah murid," kata Wakil Kepala Sekolah, Nurlaili, kepada ANTARA, Kamis (23/2) di Pekanbaru.

Dikatakannya, pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan untuk pengadaan ruang belajar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

"Kami hanya bisa memanfaatkan fasilitas apa adanya. Kadang anak-anak belajar di teras sekolah, karena ruangan belajar kami yang tidak bisa menampung padatnya murid," ungkapnya.

Sekolah dasar tersebut, menurutnya, hanya memiliki empat ruangan belajar yang layak.

Padahal, lanjutnya, jumlah murid mencapai 281 orang.

"Idealnya sekolah ini punya sembilan ruangan kelas. Artinya selayaknya itu lokalnya berjumlah sembilan ruangan. Tapi bagaimana-lah kami cuma memiliki empat ruangan belajar," tuturnya.

Dikatakan, tidak hanya kondisi ruang belajar murid yang minim di sekolah dasar tersebut.

"Tapi, ruangan guru juga mengalami hal yang sama, yakni kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau musim hujan datang, air akan masuk ke dalam ruangan guru, karena atapnya sudah bocor. Yang menyedihkan lagi, semua buku dan arsip kami di sini kadang basah akibat hujan," ujarnya.

Nurlaili berharap, agar secepatnya pihak Pemkot Pekanbaru memperhatikan kondisi sarana pendidikan di kota yang dikenal sebagai daerah kaya minyak (bumi dan sawit) tersebut, agar dunia pendidikan lebih maju.

"Kalau kondisi sekolah seperti ini, 'gimana anak mau maju. Jadi, sudah saatnya-lah diperhatikan secara serius," pinta Nurlaili.

Sementara itu, pihak Pemkot Pekanbaru melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Yuzamri Yakub, menjelaskan, saat ini pihaknya sudah bertekad membantu pembangunan sekolah dasar tersebut.

"Kami sudah melakukan kunjungan ke sana, dan 'insyaallah bulan empat nanti akan kami mulai perbaiki semuanya," demikian Yuzamri Yakub.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026