
Publik tutut PDAM Kampar dibenahi

Kampar - Direktur PDAM Tirta Kampar Muhammad Rusdi yang baru dilantik Bupati Kampar mengatakan, publik menuntut pembenahan melalui adanya langkah penyehatan atas organisasi serta manajemen institusinya sehingga lebih maksimal melayani kepentingan warga.
"Karena itu, saya bertekad akan menyehatkan kondisi PDAM Kampar yang sakit ini. Misalnya, memperbaiki kinerja agar diukur dari rasio sambungan air bersih dengan jumlah karyawan yang tersedia bisa 'pas'," katanya, Senin.
Dikatakan, pembenahan akan berawal di bidang personel karena dalam catatannya jumlah karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kampar cenderung melampaui ketentuan ideal.
"Berdasarkan data, jumlah karyawan yang ada mencapai 63 orang, berarti dianggap melampaui dari ketentuan idealnya hanya 18 orang," ungkapnya.
Rusdi yang baru mulai bertugas sejak dilantik pada hari Kamis (2/2) lalu menambahkan, ke depan akan berupaya maksimal memberi pengabdian terbaik bagi PDAM sebagai institusi pelayan publik.
"Mohon doakan dan didukunglah. Langkah pertama saya setelah dilantik akan melakukan kondolidasi ke dalam, melakukan evaluasi kinerja terhadap karyawan PDAM dan evaluasi administrasi. Kemudian melakukan survei kepada pelanggan mengenai apa saja yang menjadi keluhan," tuturnya.
Ia juga mendapat informasi, sebelumnya sering sekali karyawan PDAm tidak dibayar gajinya dalam dua hingga tiga bulan.
"Ini juga merupakan bagian dari upaya penyehatan nanti. Yang jelas, kita harus paham, PDAM bekerja berdasarkan dua fungsi, yakni fungsi sosial dan bisnis," ungkapnya.
Dalam proses pembenahan ini, ia berharap, tidak ada karyawan yang dipecat atau menjadi pengangguran.
"Salah satu solusi, yakni dengan memanfaatkan fungsi bisnis yang berorientasi mencari euntungan, maka karyawan yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah ideal itu diarahkan kepada usaha bisnis," kata Muhammad Rusdi.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

