Logo Header Antaranews Riau

4.000.000 kantong darah dibutuhkan setahun

Jumat, 3 Februari 2012 19:33 WIB
Image Print

Pekanbaru (ANTARARIAU News) - Ketua Palang Merah Indonesia yang juga mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, mengatakan, setiap tahun Indonesia membutuhkan lebih dari empat juta kantong darah untuk memenuhi sebutuhan masyarakatnya.

"Itu sebabnya, Palang Merah Indonesia (PMI) yang tadinya memiliki sebuah unit bernama Unit Transfusi Darah (UTD), saat ini diganti namanya menjadi Unit Donor Darah (UDD)," katanya saat meresmikan Markas PMI dan UDD Provinsi Riau di Pekanbaru, Jumat.

Diharapkannya, unit baru PMI ini dapat bekerja lebih optimal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan darah yang sebegitu banyaknya.

Jusuf Kalla (JK) juga mengharapkan, para petugas dan relawan PMI di seluruh tanah air, khususnya PMI Riau, dapat menjalankan tugasnya lebih baik lagi, mengingat setiap tahunnya, kebutuhan darah juga akan terus meningkat.

"Tolak ukurnya adalah terus bertambahnya jumlah penduduk, dan didukung lagi dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan. Akibatnya banyak terjadi kecelakan yang menjadi sumber bermunculannya pasien-pasien yang sangat membutuhkan bantuan darah," katanya.

Ia menuturkan, jika kebutuhan darah di seluruh Indonesia sebanyak empat juta kantong per tahun, berarti rata-rata permintaan (darah sesbanyhak itu) datang atau bersumber dari sebanyak dua juta orang.

"Dari dua juta orang itu, sekiranya ada yang membutuhkan darah mendesak, dan pihak rumah sakit terlambat dalam mentransfusi darah akibat stok yang langka, maka akibatnya bisa sangat fatal," ujarnya.

Inilah yang menurutnya harus diperhatikan oleh bangsa ini, dan PMI harus tetap semangat dalam bekerja demi keselamatan manusia.



Berbalas Pantun


Dalam pidatonya, JK juga berpantun ria guna menyemangati para relawan PMI yang menyaksikan acara peresmian tersebut.

"Merah darah ku, merah darah mu. Hidup Palang Merah Indonesia ku, dan bersemangatlah para relawan ku," demikian pantun Jusuf Kalla pada akhir pidatonya yang membuat kagum undangan pada acara di gedung PMI Riau di Jalan Mekar Sari, Nomor 01, Pekanbaru.

Pantun tersebut diakui JK selain untuk menyemangati para relawan PMI di Riau.

"Tetapi ini juga sengaja disiapkan guna membalas pantun yang sebelumnya dilontarkan oleh Ketua PMI Provinsi Riau, Saudara H Wan Syamsiryus tadi," tuturnya.

Dikatakan JK, Orang Riau identik dengan bahasa yang indah, tersusun dalam sebuah kalimat penuh makna.

"Makanya saya sengaja menyiapkan pantun setiap kali berkunjung ke Pekanbaru," katanya.

Dalam pidatonya juga, JK mengharapkan, dengan adanya Markas PMI yang baru, kebutuhan darah bagi seluruh masyarakat di Provinsi Riau harus bisa terpenuhi dengan baik.

"Jangan sampai ada lagi pasien rumah sakit yang menderita karena kekosongan darah di PMI. Selain itu, jangan sampai ada lagi rakyat yang merasa menderita saat mendonorkan darahnya, karena mendonor itu sehat," ujarnya.

JK meminta pihak PMI Riau ke depannya akan lebih optimal lagi dalam menggalang darah dengan memulainya melalui berbagai kegiatan sosialisasi ke masyarakat tanpa henti.

"Sosialisakan dengan benar, bahwa mendonor darah juga baik untuk kesehatan tubuh dan fisik," katanya.

JK menambahkan, istilah Markas PMI memiliki arti begitu dalam dan harus dipahami oleh petugas maupun relawan.

"Hanya ada tiga markas di tanah air ini. Yang pertama adalah Markas TNI. Lalu, Markas Polisi dan kini adalah Markas PMI. Arti dari kata markas ini, adalah bekerja tanpa henti, 24 jam, siang dan malam," tandasnya.

Artinya, lanjut JK, petugas dan relawan PMI harus siap melayani seluruh kebutuhan darah, baik itu dari rumah sakit maupun masyarakat langsung, tanpa henti.

"Jangan sampai ada lagi warga yang mengeluhkan kinerja para petugas PMI. Para relawan harus menjadi 'pahlawan' masyarakat yang baik di bidang sosial," katanya.

Sebelumnya, Ketua PMI Provinsi Riau, H Wan Syamsiryus mengatakan, pihaknya bersama sejumlah pemerintah daerah (kota maupun kabupaten se-Riau) terus berupaya memobilisasi dana yang dibutuhkan guna melengkapi segala fasilitas markas baru ini.

"Setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga telah menyalurkan dana bantuan untuk PMI Riau sebanyak Rp1 miliar. Dana ini terus di 'transfusi' sejak lima tahun terakhir. Bahkan pada tahun 2011 lalu, dana yang dialirkan mencapai Rp3 miliar," ungkapnya.

Dikatakan, perhatian Pemprov Riau tidak perlu lagi diragukan demi optimalisasi misi kemanusiaan melalui PMI Riau.

"Dengan berdirinya Markas PMI yang baru ini, diharapkan PMI bekerja lebih baik lagi. Segala fasilitas termasuk ruang aula berkapasitas 700 sampai 800 orang serta beberapa unit bus yang difungsikan untuk mencari pendonor darah keliling juga telah tersedia," katanya.

Sementara itu, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, mengatakan, pihaknya sangat mendukung segala kegiatan PMI, terlebih misi yang dijalankannya menyangkut langsung dengan urusan kemanusiaan.

"Berbagai kegiatan PMI, seperti yang semua kita ketahui, begitu banyak manfaatnya bagi masyarakat luas. Jadi saya atas nama Pemprov Riau memeberi dukungan penuh atas segala kegiatan yang dilaksanakan PMI, bahkan hingga sepanjang masa," demikian Rusli Zainal.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026