
Titik Panas Kembali Muncul

Pekanbaru - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan beberapa hari ini sebagian besar wilayah Provinsi Riau dirundung minim hujan sehingga menyulut kembali bermunculannya titik panas.
Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari di Pekanbaru, Kamis mengatakan, pada Rabu (25/1) lalu, satelit 'National Oceanic and Atmospheric Administration' (NOAA) 18 milik Singapura kembali 'meneropong' munculnya titik panas atau 'hotspot' di wilayah Pulau Sumatra dengan jumlah yang mencapai 14 titik.
"Empat titik diantaranya berada di Riau. Sementara lainnya tersebar di beberapa provinsi luar Riau, seperti Aceh ada dua titik, dan Sumatra Utara serta Provinsi Jambi masing-masingnya terdapat empat titik panas atau titik api," kata Warih.
Secara umum menurut staf analisa ini, sebagian besar wilayah Riau masih sangat minim hujan, dan seandainya adapun hujan, intensitasnya hanya ringan dan sifatnya lokal.
"Kondisi demikian diprakirakan merata hampir terjadi di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Riau, tidak terkecuali Pekanbaru," ujarnya.
Disinggung mengani kemunculan kabut pada Kamis (26/1) pagi, Warih mengaku belum dapat menjelaskan secara pasti apakah kabut tersebut berasal dari gumpalan asap atau embun.
"Namun yang jelas, jika kabut tersebut bertahan hingga siang hari, maka itu bisa jadi asap. Tapi apabila kabut hanya muncul di pagi hari dan hilang saat matahari muncul, maka itu merupakan kabut embun," katanya.
Sementara pantauan ANTARA untuk di Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, cuaca dari pagi hingga siang tampak seperti mendung dengan suhu udara yang terasa sedikit sejuk. Bahkan pada pagi hingga jelang pukul 09.00 WIB, 'kota bertuah' tampak di 'gerayangi' kabut.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

