Logo Header Antaranews Riau

Fraksi DPRD kaji LAM Riau

Kamis, 15 Desember 2011 09:04 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Para pimpinan dan anggota fraksi di DPRD Provinsi Riau, hari Kamis (15/12) ini mengajukan hasil kajiannya mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Lembaga Adat Melayu Riau.

Demikian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, HM Johar Firdaus, kepada ANTARA, di Pekanbaru, Kamis.

"Pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Racangan Peraturan Daerah (Ranperda) Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) ini, penting untuk merumuskan beberapa hal substantif yang berkembang di publik," katanya.

Dikatakannya juga, pandangan umum fraksi-fraksi ini berkaitan dengan pendapat Kepala Daerah mengenai isi Ranperda LAM Riau tersebut.
Sebagaimana pernah diberitakan ANTARA, rakyat, tokoh masyarkat, para 'ninik mamak' (tokoh adat) serta Pemerintah Provinsi Riau bertekad menjadikan 'bumi lancang kuning' Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu se-Dunia.

Terkait itulah, perlu dipersiapkan dua hal pokok, yakni perangkat peraturan dan dukungan kebijakan, serta pemberdayaan pendidikan kebudayaan.

Khusus mengenai dukungan perangkat peraturan dan kebijakan, DPRD Riau sedang membahasnya melalui sidang-sidang tentang Ranperda LAM Riau tersebut.

Sedangkan mengenai pemberdayaan pendidikan kebudyaan, kini telah didirikan Akademi Kebudayaan Melayu Riau.

"Akademi ini akan terus dikembangkan dan Pemerintah Provinsi punya komitmen jelas mengenai ini," kata Gubernur Riau, H Rusli Zainal kepada pers, beberapa waktu lalu.


RAPBD 2012

Selain Ranperda LAM Riau, demikian Johar Firdaus, fraksi-fraksi di DPRD Riau melalui juru bicaranya masing-masing, hari Kamis (15/12) ini menyampaikan pandangan umum terhadap RAPBD Riau 2012.

"Pandangan umum fraksi-fraksi atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RABPD) Riau 2012 ini, diharapkan memacu proses penuntasan pembahasan," katanya.

Dengan begitu, ujar Johar Firdaus, kita semakin siap memasuki tahun 2012.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026