
Kamila meninggal saat wisuda

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Nur Kamila Sihotang, mahasiswi Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Suska Riau menghembuskan nafas terakhir saat mengikuti acara wisudanya.
Kabag Humas UIN Suska Riau, Yulizar ketika dikonfirmasi ANTARA Rabu mengatakan, Nur Kamila Sihotang memang sering sakit-sakitan.
Seusai mengikuti ujian Nur Kamila Sihotang jatuh sakit, hingga pada hari wisudanya tanggal 29 November 2011, menghembuskan nafas tepat pada acara wisudanya.
"Almarhum sempat dilarang oleh adiknya agar tidak mengikuti acara wisuda, namun karena tekat yang kuat, akhirnya yang bersangkutan mengikuti juga," ungkap Yulizar.
Yulizar menambahkan, pada saat pengumuman nama wisudawan, kondisi kesehatan Nur Kamila Sihotang memang terlihat menurun. Bibir serta wajahnya pucat. Setelah diberi minum, akhirnya Nur Kamila Sihotang pingsan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Syafira Jalan Jenderal Sudirman.
"Memang namanya agak jauh ke bawah, sehingga pas mau dipanggil, Nur Kamila Sihotang sudah terlihat pucat. Setelah diberi minum, akhirnya ia jatuh pingsan, dan langsung dilarikan ke rumah sakit," jelas Yulizar.
Takdir berkehendak lain, pada hari yang bahagia itu, Nur Kamila Sihotang menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju RS Syafira.
Rasa duka seketika menyelimuti mobil yang membawa Nur Kamila Sihotang. Berita duka ini juga diumumkan pada tempat acara wisuda tersebut. Berita bela sungkawa ini menghentikan sejenak prosesi acara wisuda.
"Sempat terhenti sejenak, karena perasaan kita juga sebagai bagian dari keluarga almarhum di UIN Suska ikut berduka, begitu juga perasaan dari teman-teman mahasiswa lainnya yang mengikuti prosesi wisuda itu," tutur Yulizar.
Pihak UIN dan mahasiswa sendiri telah menyediakan bus, ambulance serta sebuah mobil yang digunakan untuk mengantar jasad Nur Kamila Sihotang ke Medan.
Yulizar yang ditemani oleh pembantu dekan III Tarbiyah, Salfen mengatakan, UIN dan Mahasiswa telah memberi bantuan untuk kelancaran pemulangan jenazah sarjana almarhumah ini.
"Kami berdua diutus oleh rektor agar ikut mengantar jenazah sampai ke kediamannya di Medan," jelas Yulizar.
Menurut keterangan dari sahabat almarhum, saat di bangku kuliah dulu memang almarhum yang berasal dari keluarga Batak ini sering sakit-sakitan dan menurut kabar terakhir, almarhum juga baru saja melakukan operasi penyakit lever yang dideritanya.
"Dia kan baru siap dioperasi tu, dari kemarin juga dia sering pingsan saat masih kuliah," ujar Susan sahabat almarhum.
Saat ini jenazah sudah dibawa langsung ke kampung halamannya di kota Medan, dan diberangkatkan pada Selasa malam (29/11).
Pewarta : Nasuha
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

