Logo Header Antaranews Riau

Sapi Riau bersih antraks

Senin, 10 Oktober 2011 14:44 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau menjamin sapi lokal dari Riau bersih dari penyakit antraks.

"Kita bisa menjamin untuk sapi keperluan kurban yang dari Riau bersih dari penyakit Antraks, " kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Patrianov kepada ANTARA Senin.

Menurutnya, Ia berani menjamin karena kalau sapi yang berasal dari lokal ini, biasanya perawatannya selalu dipantau oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan di daerah.

"Jadi selama setahun ini kita belum ada menemukan kasus penyakit antraks pada sapi di Riau, kita selalu melakukan monitoring terhadap ternak-ternak sapi masyarakat, jadi kita tahu kondisinya seperti apa," ucap Patrianov.

Untuk mengantisipasi adanya temuan penyakit antraks terhadap sapi kurban yang berasal dari Riau, Dinas Peternakan selalu melakukan konsolidasi dengan Dinas Peternakan Daerah untuk memantau perkembangan sapi-sapi masyarakat.

"Kita ingin menjaga kesehatan Sapi ini, apalagi khususnya yang akan dijadikan kurban, makanya kita selalu menginstruksikan kepada Dinas Peternakan yang ada di Kabupaten/Kota selau mengontrol kesehatan sapi tersebut, dan Alhamdulillah sampai saat ini belum ada ditemukan" ujar Patrianov.

Ia juga mengatakan, untuk sapi kurban yang berasal dari luar daerah nanti akan diperiksa setelah sampai ke Provinsi Riau, untuk menghindari penularan penyakit antraks.

"Stok sapi dari daerah kita, kan tidak mencukupi hanya bisa memenuhi sepuluh persen kebutuhan masyarakat Riau , jadi kita butuh pasokan sapi dari luar daerah 90 persen lagi, oleh sebab itu kita di sini harus memeriksa setiap sapi yang masuk ke Riau, untuk menghindari penyakit antraks yang bisa mengakibatkan kematian" kata Patrianov.

Daerah pemasok sapi Provinsi Riau sendiri ada empat daerah , Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung dan Jambi, sedangkan Riau sendiri butuh sekitar 27.000 ekor sapi kurban tahun ini.

"Yang jelas setiap sapi yang masuk dari luar daerah nanti, akan kita masukkan dulu ke Balai Karantina dan Kesehatan Hewan , kita periksa baru kita izinkan di pasok ke Masyarakat," pungkasnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026